"Sepertinya keluarga Stuart memperlakukan keponakanku dengan sangat baik," ujarnya penuh penekanan. "Aku sampai kehabisan kata-kata."Muka countess dan menantunya berubah kaku. Istri baru Rupert membantah perkataannya. "Apa maksud anda, My lady? Bukankah gadis kecil itu baik-baik saja? Anda datang-datang langsung memojokkan orang lain.""Tutup mulutmu!" bentak countess Stuart. "Beraninya bersikap kasar pada duchess."Setelah itu dia menoleh ke arah Catherine. "My lady, anda salah paham. Bocah ini memang suka ngompol. Juga tak berani lihat orang. Kami selalu memperlakukannya dengan baik."Apakah Catherine orang yang sabar menghadapi omong kosong? Tentu saja tidak!Dia memotong perkataan countess. "Baik atau tidak, hanya kalian yang tahu. Tetapi mulai sekarang saya akan menempatkan seorang pelayan untuk mengurus anak Meredith. Saya juga akan mengirim uang untuk membayar kebutuhan hidupnya. Kalau masih keberatan, kalian bisa mengir
Read more