Di tengah hamparan salju yang mulai cair, warna hijau pepohonan terlihat. Bunyi palu bersahut-sahutan. Kerangka bangunan sudah mulai berdiri. "Kau nekad juga. Musim dingin begini malah bangun penggilingan," ujar Bruce menggeleng. Catherine menghembuskan nafas yang berkabut. Kalau mau jujur, dia juga tak suka bekerja di musim dingin. Apa boleh buat. Demi mengusir Frederick dari pikiran, dia harus tetap sibuk. Sibuk sampai otaknya menyerah. "Aku pebisnis," kilahnya sombong. "Dari pada membiarkan penggarap berleha-leha makan gaji buta, lebih baik menyuruh mereka bekerja. Udara dingin tak akan membunuh selagi kau tetap sibuk."Bruce tertawa sambil menyulut rokoknya. Mata sehijau jamrud melirik Catherine lekat-lekat. Makin dilihat, sepupunya makin cantik. Tetapi ada yang salah. Senyumnya tidak secantik kemarin, saat baru menikah dengan Frederick bajingan. "Sampai kapan kau tinggal di sini?" Dia menjentikkan abu rokok k
Read more