Tiba-tiba... "Kau Catherine, kan?"Catherine mendongak dan bertatapan dengan iris coklat Rick Kenwood. Senyum itu masih sehangat dulu. "My lord, senang bertemu anda." Catherine membungkuk sekilas sebelum menyapa yang lain. "Lord Melvin, lady Evelyn, lady Wilona, senang juga bertemu anda semua.""Rasanya seperti mimpi bisa melihatmu di sini," seru Wilona antusias. Matanya berbinar seperti kejora. "Ternyata kita berdua sama-sama debutante.""Tepat sekali." Catherine juga tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. "Senang rasanya melihat orang yang kita kenal di tempat asing."Lady Evelyn berbisik penuh rahasia. "Benarkah kabar yang kudengar? Bahwa kau sebenarnya adalah pewaris kaya-raya?"Wajah Catherine memanas. Agak sungkan membicarakan kekayaannya secara vulgar. "Saya memang putri dari Edmund Percy, My lady."Jawabannya yang moderat membuat Evelyn makin kagum. Meski status dan kekayaan gadis ini meningkat drastis, tak lantas jadi sombong. "Aku senang akhirnya kau berhasil mendapatka
Dernière mise à jour : 2026-02-02 Read More