Lagi-lagi Catherine harus merutuki keteledorannya. Kenapa repot-repot menyamar jadi rakyat jelata kalau identitas sebenarnya ketahuan juga? "Saya memang tak bisa menyembunyikan apa-apa dari anda," lirihnya malu. "Tak apa, Miss. Itu berarti saya teman bicara yang menyenangkan."Tak tahu harus berkomentar apa, Catherine akhirnya diam sambil menikmati teh-nya. Penginapan mulai ramai oleh pengunjung yang juga kelelahan. Karena sungkan lebih lama tinggal di sini, Catherine akhirnya pamit. "My lord, kami pergi dulu.""Kenapa tidak naik keretaku saja?" tawar Bruce ramah. "Lebih lega dibanding kereta kalian."Tawaran ini menarik tetapi Catherine harus menolaknya. Dia adalah gadis yang sudah bertunangan. Tidak pantas naik kereta pria asing."Terima kasih atas tawarannya, My lord. Tetapi saya cukup menikmati kereta kami.""Baiklah kalau begitu. Saya harap kita bisa ketemu lain waktu."Catherine dan rombongannya segera berangkat. Ketika kereta mereka sudah agak jauh, dia masih melirik ke ara
Dernière mise à jour : 2026-02-13 Read More