Beberapa bulan berikutnya, usia pernikahan mereka telah menginjak lima bulan. Jam didl dinding menunjukkan lewat tengah malam. "Al, kandunganmu sudah jalan enam bulan, dan sekarang kamu masih saja begadang?" tegurnya. Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah maju, menutup paksa layar laptop di depan istrinya, lalu menuntut perhatian penuh dari manik mata Alya."Kamu sangat sibuk belakangan ini, Zero. Biarkan aku membantu sedikit. Lagipula aku bosan kalau hanya diam," keluh Alya, mengerucutkan bibirnya manja.Zero terkekeh rendah, sorot matanya mendadak berubah gelap dan penuh gairah yang familier. "Bosan, hm? Apa kita perlu mencari sedikit hiburan malam ini?"Alya menaikkan sebelah alisnya, berpura-pura galak meski jantungnya berdesir hebat. "Hiburan? Apa maksudmu? Mau menghajarku di ranjang lagi seperti kemarin, iya? Kamu mau aku ketiduran sampai siang lagi dan melewatkan jadwal kontrol ke dokter? Nakal!"Alya benar-benar dibuat kewalahan jika sudah menyangkut urusan ranjang dengan suam
Read More