Sementara itu, di ruang kerja kediaman milik keluarga Wijaya. Sang patriark, Wijaya, berjalan bolak-balik dengan langkah gemetar namun sarat akan kecemasan yang mendalam. "Di mana Avera? Ya Tuhan, perasaanku tidak enak sama sekali," gumam Wijaya, memegangi dadanya yang sesekali terasa sesak. "Dua minggu mengurung diri di kamar, lalu tiba-tiba kabur dan menghilang tanpa jejak. Ke mana sebenarnya anak itu pergi?" Wijaya terus mengerahkan seluruh jaringannya untuk mencari keberadaan cucu tunggalnya, namun hasilnya nihil. Di sudut ruangan, berdiri Fares, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Avera di kantor. Pria itu hanya menunduk dalam-dalam, menyembunyikan kilat bersalah di matanya. Kenyataannya, Fares tahu persis di mana Avera berada. Dialah yang menyembunyikan keberadaan gadis itu dari Wijaya. Fares tahu, jika Wijaya melihat kondisi Avera yang hancur, kesehatan orang tua yang memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung akut itu pasti akan langsung drop. Fares ke
Read More