"Ke stasiun kereta, Pak."Pengemudi taksi mengangguk tanpa bertanya. Kiara kembali menatap keluar jendela dengan pikiran kalut.Ucapan Hanson ketika menggumamkan kata cinta kemarin, masih menggema di kepalanya. Kiara ingat, bagaimana dia menggenggam tangan Kiara lalu memeluknya. Tatapan mata yang teduh dan hangat.‘Karena dengan begitu aku bisa berada di sisimu dengan leluasa. Aku bisa menciummu, memelukmu bahkan berpacaran dan menikahimu, Kiara.’‘Aku cinta kamu sebagai seorang wanita.’‘Kamu memang pembawa sial, buat orang-orang yang pernah menindasmu.’Kiara menggigit bibirnya. Kata-kata itu terdengar nyata saat diucapkan. Terasa menyegarkan bagi perasaannya yang aneh. Tetapi ia tidak bisa melupakan apa yang ia lihat tadi. Posisi Vanessa sangat intim. .Hanson, dari semua yang Kiara ketahui tentang laki-laki itu, tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan. Tidak pernah membiarkan sesuatu terjadi tanpa keputusan darinya.Maka jika perempuan itu berada di sana. Di ruangan itu. Berlu
Last Updated : 2026-05-11 Read more