“Kakak ….” Suara ketukan pintu itu terdengar sangat keras, saking kerasnya membuat Asih yang sedang menyiapkan sarapan pagi, melongokkan kepalanya. Ia menggelengkan kepalanya saat Nina menggerakkan kepalanya seolah sebuah pertanyaan tanpa kalimat. Dua hari sudah berlalu sejak malam menghilangnya Kiara. Rumah yang sepi itu kembali ceria.“Apa?” Suara maskulin itu langsung terdengar sesaat setelah pintu terbuka lebar. Kiara langsung masuk tanpa permisi. Matanya menatap seisi kamar Hanson dan tersenyum saat melihat koleksi kaset film di atas mejanya. Hanson langsung berlari. Bukan karena tidak suka barang-barangnya disentuh oleh Kiara, tapi ia tak mau Kiara tahu hal hal yang tak seharusnya. “Kamu mau apa, Ara?” tanya Hanson. Ia sengaja menjadikan badannya sebagai penghalang tangan Kiara untuk menggapai tumpukan kaset koleksinya.“Kakak kenapa, sih? Ara cuma mau pinjem kaset film koleksi Kakak, kok,” sahut Kiara, “kemar
Last Updated : 2026-05-18 Read more