Malam itu Kiara tidak bisa tidur. Ia berbaring di atas ranjang. Matanya menatap langit-langit kamar. Pikirannya berkelana antara foto, berkas-berkas di dalam amplop coklat dan buku harian ibunya.“Tapi … itu bukan fotoku.”Kiara berusaha memejamkan matanya, tapi ia tidak bisa. Ia masih tak bisa menerima kenyataan itu. “Papa bilang Mama langsung memeluknya dengan hangat beberapa jam setelah ia dilahirkan. Bahkan Mama pernah mengatakan ia menyusu dengan kuatnya.”Kiara membuka matanya. Matanya kembali menatap langit-langit yang sama.Pertanyaannya, kenapa tidak ada yang memberitahunya? Selama dua puluh tahun. Bahkan saat dia pulang, tidak ada seorangpun yang datang dan berkata Kiara, ada yang perlu kamu tahu. Tidak ada yang mengatakan bahwa ia hanya putri pengganti.“Putri pengganti.” Kiara menggumam pelan.Pikiran itu tiba-tiba muncul, dan begitu muncul, Kiara tidak bisa membuang pikiran itu.Nenek Melati sengaja menyembunyikan fakta itu. Nenek tahu bahwa ia hanya anak pungut, dan tak
Last Updated : 2026-05-05 Read more