Langit di luar jendela masih berwarna abu-abu kebiruan. Terlalu awal untuk disebut pagi, ketika Kiara perlahan menggeser selimut dari tubuhnya.Ia berhenti dan menunggu. Di sampingnya, napas Hanson masih teratur dan dalam. Lelaki itu berbaring dengan punggung menghadap padanya.Kiara menatapnya lama. Lalu dia mengalihkan pandangannya, mengambil ponsel dari atas nakas.Ponselnya menyala dengan satu notifikasi pesan mengambang di layarnya.‘Saya sudah di lobi’, dari Theo.Kiara meraih jaketnya dari kursi di sudut kamar. Ia menyelipkan ponsel ke dalam saku, dan melangkah ke pintu, berjingkat-jingkat agar tidak menimbulkan suara. Ia membuka pintu lalu menutupnya dengan pelan. Kiara menghembuskan napas pelan di lorong yang masih sepi itu, lalu berjalan cepat menuju lift.Theo sudah berdiri di lobi ketika Kiara turun. Dia mengenakan kemeja putih biasa, celana krem, rambut yang rapi. Di tangannya terlihat sebuah amplop coklat.“Selamat pagi,” sapanya.“Pagi.” Kiara langsung menatap amplop
Last Updated : 2026-05-08 Read more