Share

Bab 3

Penulis: Smiley
Aku kembali ke apartemen yang kubeli sebelum menikah dan menetap di sana. Aset atas namaku tidak banyak. Apartemen ini adalah satu-satunya aset yang bisa dibilang berharga.

Awalnya aku sempat ingin memindahkannya menjadi atas nama Jay, karena menurutku itulah bentuk cinta seorang ibu kepada anaknya yang paling nyata. Namun tak kusangka, hanya karena satu kalimat dari Brittany ....

"Rumah setua dan sekumuh itu, mana mungkin Jay betah tinggal di sana? Lagi pula, itu sama sekali nggak sesuai dengan statusnya sebagai Tuan Muda Keluarga Jorandi."

Maka Jay yang sudah terbiasa hidup mewah dengan segala kemewahan di Keluarga Jorandi, setelah mendengar ucapan itu, langsung sangat setuju dan mengamuk, berguling-guling menolak menerima apartemenku.

"Aku nggak mau tinggal di rumah bobrok seperti itu! Aku mau tinggal di vila Papa!"

Melihat keributannya, seketika hatiku terasa dingin.

Thomas segera memeluk anaknya dengan penuh iba sambil menenangkannya, "Jangan nangis, anak baik. Papa nggak akan membiarkanmu tinggal di rumah seperti itu."

Kemudian, dia menatapku tajam dan memarahiku, "Nancy, apa maksudmu? Mau menyuruh anakku tinggal di rumah bobrok seperti itu? Kamu ingin anakmu nanti jadi nggak berguna sepertimu ya?"

Aku tidak mengerti, bagaimana mungkin kasih sayang seorang ibu, di mulut mereka justru berubah menjadi sesuatu yang begitu tercela? Aku menelan semua kata-kataku dan tersenyum pahit, lalu berkata tidak jadi memindahkannya.

Saat itu, aku masih menghibur diri bahwa anak belum mengerti apa-apa. Ucapan anak-anak tidak seharusnya dipermasalahkan oleh orang dewasa. Namun, jika dia benar-benar menyayangiku sebagai ibunya, bagaimana mungkin dia melukai hatiku seperti itu?

Sebenarnya, semua ini sudah ada tandanya. Hanya saja, aku menyadarinya terlalu terlambat.

Tanpa berbagai pekerjaan rumah, aku memiliki banyak waktu untuk diriku sendiri. Aku mulai memasak makanan yang kusukai dengan santai, lalu menonton konser musik yang sudah lama ingin kutonton. Hal-hal ini tidak pernah bisa kunikmati saat masih berada di rumah itu.

Thomas suka makanan pedas, Jay alergi makanan laut. Sementara itu, aku justru tidak bisa makan pedas dan makanan favoritku adalah makanan laut. Jadi di hari-hari sebelumnya, aku sibuk menyesuaikan selera semua orang, kecuali seleraku sendiri.

Seperti aku memperhatikan perasaan semua orang, tetapi justru melupakan perasaanku sendiri.

Tiba-tiba, dering ponsel yang mendesak menarik kembali pikiranku. Saat kulihat layar ponsel, ternyata Thomas yang menelepon.

Aku sempat ragu apakah harus memblokirnya, tetapi teringat sifat keras kepalanya. Kalau tidak kuangkat kali ini, pasti akan ada kali berikutnya. Lebih baik menyelesaikannya sekarang.

"Ada apa?"

Di seberang sana terdiam beberapa detik. Kemudian, Thomas bertanya dengan enggan, "Dasi yang kupesan bulan lalu kamu taruh di mana?"

Aku berpikir sejenak, lalu menjawab, "Di ruang ganti, laci kedua dari belakang."

Setelah menemukan barang yang dicarinya, suasana hatinya jelas jauh lebih baik. Nada bicaranya kembali sombong, "Kalau bukan karena cuma kamu yang tahu letak semua barang di rumah, aku nggak akan meneleponmu."

Aku tidak menanggapi dan bersiap menutup telepon. Namun, Thomas kembali berkata, "Sudahlah, kalau kamu sudah puas ngambek, cepat pulang. Kesabaranku juga ada batasnya."

"Malam ini karena kamu nggak ada, Jay tidak puas dengan masakan pengasuh, makannya jadi sedikit. Kamu nggak kasihan sama anakmu sendiri? Lagi pula ...."

Sebelum dia selesai berbicara, aku menyelanya dengan dingin, "Thomas, malam ini aku akan beri tahu pengasuh di mana saja barang-barang penting di rumah."

"Ke depannya, jangan lagi meneleponku. Gimana keadaan Jay juga nggak ada hubungannya denganku dan aku nggak ingin tahu. Dan satu lagi, saat aku mengajukan cerai, itu bukan bercanda. Di antara kita, semuanya sudah berakhir."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 12

    Thomas mendongakkan kepala. Pakaiannya kusut tak terurus.Di sela jarinya ada sebatang rokok. Asap rokok menutupi hampir seluruh wajahnya, hanya kerut kesedihan di antara alisnya yang tak bisa disamarkan.Setelah tidak bertemu selama beberapa waktu, kedua orang itu sama-sama tampak jauh lebih kurus, seolah satu embusan angin saja bisa menjatuhkan mereka. Aku berpura-pura tidak melihat, berniat langsung melewati mereka."Nancy, akhirnya kamu kembali." Thomas melangkah ke hadapanku, suaranya sarat dengan emosi.Aku malas membuang waktu dan langsung bertanya, "Ada perlu apa?"Dia mengangkat sudut bibirnya sedikit dan tersenyum getir, "Apa benar ... kita sudah sama sekali nggak mungkin lagi?"Aku menatap ke kejauhan dan menjawab dengan datar, "Thomas, kita sudah lama berakhir. Nggak ada kemungkinan apa pun lagi."Orang di hadapanku ini, pernah kucintai dengan seluruh hidupku selama sepuluh tahun. Namun setelah benar-benar melepaskannya sekarang, hatiku sudah terasa begitu tenang. Rasa suka

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 11

    Dia berlari tergesa-gesa menghampiri kami, berdiri melindungi Thomas di belakangnya, lalu menatapku dengan wajah penuh permusuhan. "Nancy, selama aku masih di sini, jangan harap kamu bisa menindas Thomas!""Aku peringatkan kamu, dasar perempuan matre. Bukankah tujuanmu hanya ingin terus menempel pada Thomas dan nggak mau bercerai? Kita sama-sama perempuan, jangan kira aku nggak tahu apa yang ada di pikiranmu!"Aku sangat paham, dia hanya sedang mengadu domba dan pamer diri seperti biasa. Aku pun mengangkat tangan dengan tidak sabar untuk menghentikannya. "Diam. Aku nggak punya waktu mendengar omong kosongmu."Setelah itu aku hendak pergi, tetapi Brittany belum juga berhenti. Dia malah mencoba menerjang ke depan dan ingin mencengkeramku. Jadi, aku langsung mengangkat tangan untuk menampar wajahnya. Tamparan itu membuatnya terjatuh ke tanah."Kalau kamu ingin mati, silakan saja coba."Merasa dipermalukan, Brittany hendak membalas.Detik berikutnya, terdengar suara tamparan yang sangat ny

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 10

    Sementara itu, jerih payah kerjaku selama beberapa waktu akhirnya membuahkan hasil. Tidak lama kemudian, laporan akademik baruku berhasil dipublikasikan.Hari itu, dosen pembimbing mengadakan jamuan perayaan. Rekan-rekan kerja bahkan membentangkan spanduk untukku. Suasananya sangat meriah. Aku memeluk bunga yang dikirim oleh Sierra dan Aira, lalu tersenyum dari lubuk hati yang terdalam.Mungkin ini adalah hari paling membahagiakan yang pernah kurasakan selama bertahun-tahun.Setelah acara berakhir, aku keluar dari hotel diiringi kerumunan orang, tubuh dan pikiranku terasa ringan. Tak kusangka, begitu keluar aku melihat Thomas datang bersama Jay. Di tangan mereka juga ada rangkaian bunga.Begitu melihatku, Thomas segera menyongsong ke depan, ekspresinya tampak agak canggung. "Nancy, selamat."Entah bagaimana, Jay juga berkata dengan patuh, "Mama, kamu hebat sekali."Nada bicaranya terdengar begitu alami, seolah-olah kami masih satu keluarga, seolah semua luka itu tidak pernah terjadi. H

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 9

    Jay menatapku dengan wajah penuh keluhan, lalu membuka mulut dan memanggil, "Mama, aku seharian belum makan, lambungku sangat sakit."Namun aku tetap berdiri di tempat, tidak tergerak sedikit pun. "Mama, bisa nggak kamu memasakkan sup iga dan daging kecap untukku?"Kali ini, aku langsung melewatinya begitu saja, lalu mengeluarkan kunci dan membuka pintu. "Nggak bisa."Melihat sikapku yang begitu tegas, Jay tertegun sejenak, barulah dia menyadari bahwa aku tidak sedang bercanda."Mama, bukankah Mama paling menyayangi Jay? Kamu nggak bisa nggak peduli padaku."Aku tersenyum dan balik bertanya, "Atas dasar apa? Kenapa aku harus mengurusmu?""Jay, aku sudah bukan ibumu. Hak asuhmu ada pada Thomas. Waktu itu juga kamu sendiri yang memilih ikut dengannya dan menyuruhku angkat kaki dari rumah kalian."Jay mulai panik. Dia berdiri dari tanah dan berusaha menarik lenganku. "Mama, meski kamu dan Papa bercerai, kita tetap ibu dan anak kandung. Darah yang mengalir di tubuh kita sama."Benar. Justr

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 8

    Jay menggigit bibirnya sambil menatapku, di matanya bahkan tampak sedikit rasa tersinggung dan sedih.Aku tidak mengerti. Bukankah dia paling membenci jika aku menunjukkan perhatian kepadanya di depan umum? Lalu untuk siapa sikap seperti ini dia perlihatkan?Lagi pula, sekarang aku sudah tidak ada hubungan apa pun dengan mereka. Karena itu, aku bahkan tidak melirik mereka sedikit pun.Namun, Aira tiba-tiba berdiri di depan untuk melindungiku. "Kalian orang-orang jahat, nggak boleh menindas Mama Nancy!"Jay tetaplah anak kecil. Begitu terpancing, dia langsung kehilangan kendali dan berteriak keras ke arah Aira, "Dia itu mamaku, bukan milikmu!"Itu adalah pertama kalinya Jay mengakui di depan orang lain bahwa aku adalah ibunya. Namun aku tahu, dia hanya menganggapku sebagai miliknya sendiri, tidak mengizinkan orang lain menyentuh atau memilikinya.Itu bukan cinta.Melihat dia masih hendak maju dan mendorong Aira, aku segera menghalangi Jay. Tanpa sengaja, dia sendiri malah terjatuh ke ta

  • Ditinggalkan Suami Dan Anak Demi Cinta Pertamanya   Bab 7

    Di belakangku, Thomas melihatku tetap setenang itu dan langsung naik pitam. Akhirnya aku menemukan Aira, lalu mengeluarkan kue kecil yang kubuat khusus untuknya. Gadis kecil itu langsung tersenyum lebar."Wow, Mama Nancy hebat banget!""Enak sekali, ini kue kecil paling enak yang pernah aku makan."Sambil bicara, dia membagikannya kepada teman-teman sekelasnya. Anak-anak yang bermulut manis pun ikut memuji, "Aira, mama angkat kamu baik sekali. Aku jadi iri!""Jelas dong. Mama angkatku bukan cuma masak enak, tapi juga bisa meneliti obat, bisa menyelamatkan banyak nyawa. Hebat banget!"Melihat ekspresi bangga dan penuh kebanggaan di wajah Aira, hatiku terasa hangat. Perasaan seperti ini belum pernah kurasakan dari Jay.Aku teringat suatu kali, guru mengatakan bahwa dia tidak makan sampai kenyang di sekolah. Saat itu aku benar-benar panik, sehingga menyiapkan bekal dan jus dengan penuh perhatian, lalu segera mengantarkannya ke sekolah.Namun di hadapanku, dia malah membuang semuanya ke te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status