Perjalanan berhari-hari menembus badai salju yang kian menipis kini berganti dengan pemandangan kota Fosteriana di perbatasan selatan. Di sini, angin bertiup hangat dan tulip liar mulai mekar.Namun, keindahan Fosteriana sama sekali tidak meredakan badai yang bergemuruh di dalam dada Vivianne.Kereta kuda tanpa lambang itu akhirnya berhenti di depan sebuah mansion luas. Begitu melangkah masuk, para pelayan segera membungkuk hormat, bersiap membawakan barang-barangnya.“Selamat datang, Lady Valthorne,” sapa mereka. “Kami sudah menyiapkan sauna pribadi untuk Anda. Mata air panasnya akan membantu menyingkirkan rasa letih Anda.”"Tidak usah," titah Vivianne datar, mantel bulu hitamnya bahkan belum sempat ditanggalkan. "Siapkan kereta kecil sekarang."“Bolehkah kami tahu Anda hendak ke mana?”“Starlight’s Charm.”“Oh, Anda hendak membeli perhiasan? Toko itu memang sangat–”“Mari lanjutkan pembicaraan ini nanti,” sela Vivianne dengan senyuman. “Aku ingin kembali sebelum gelap.”Sontak pela
Read more