"Buktikan cintamu, Lady. Coba layani aku malam ini."Suara itu terdengar lembut. Namun, bukan melodi, melainkan lonceng kematian.Roselyn bergeming di atas marmer dingin, membiarkan lututnya mati rasa. Kehormatan sebagai putri tunggal Count Sirius pun sudah lama ditanggalkan. Yang tersisa hanyalah gaun sutra tipis, itu pun basah dan membuat lekuk tubuhnya terekspos jelas.Derrick, sang tunangan sekaligus duke di kekaisaran, mendekat. Tanpa terburu-buru, yakin jika sang mangsalah yang akan menunggu."Lady, aku berbaik hati menerimamu karena kau cukup gila untuk menunggu di tengah badai. Tadi kau bilang sangat merindukanku, ‘kan?"Mata biru yang sedingin es itu menatap Roselyn dari atas. Wanita yang dijuluki Mawar Suci Kekaisaran itu telah menjadi mainan barunya.Sementara itu, putri Vogard tidak menjawab. Pandangannya terpaku pada jemari yang lentik, putih, dan … utuh. Padahal dalam ingatan yang masih segar, jari-jari itu pernah kurus kering, bahkan ada yang terpenggal.“Kenapa aku di
Last Updated : 2026-01-13 Read more