Keheningan langsung jatuh di seluruh aula. Noah yang berdiri bersama Bu Eli mengernyit bingung membaca tulisan itu, sementara Clara langsung menahan napas. Clark tersenyum tipis. “Gigi dibalas gigi,” ucapnya pelan sambil menatap Raymond lurus. “Bukankah itu aturan dunia kita?” Tak ada yang menjawab. Hanya suara napas tegang memenuhi ruangan besar itu. Lalu perlahan, Clark mengalihkan pandangannya pada Clara. Tatapan pria tua itu membuat bulu kuduk Clara meremang. Bukan tatapan marah. Melainkan tatapan dingin seseorang yang sedang mengingat wajah orang-orang yang terlibat dalam kematian anaknya. Dan justru karena itulah… rasanya jauh lebih mengerikan. Namun beberapa detik kemudian, Clark malah tersenyum kecil. “Menarik,” gumamnya lirih. Setelah itu, tanpa mengatakan apa pun lagi, ia langsung berbalik. Tongkatnya kembali mengetuk lantai marmer. Tok. Tok. Tok. Dan perlahan pria tua itu berjalan keluar aula bersama para pengawalnya. Tidak ada bentak
Read more