Share

Bab 182

Penulis: Itsmoore
last update Tanggal publikasi: 2026-03-27 18:09:46

Argan mengucapkan frasa istri tercinta dengan nada suara yang lumayan dikeraskan. Beberapa mahasiswi di meja sebelah langsung menoleh ke arah kami berdua dan berbisik iri. Pria ini sangat pintar memamerkan citra suami yang penyayang di depan sorotan publik kampus.

"Aku nggak minta Bapak buat hancurin masa depan karir orang lain demi ambisiku."

"Vickry itu pria tamak yang pantas dapat balasan setimpal karena berani cari masalah, Nara. Lagipula, bapak sama ibumu di Puncak sana pas

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 200

    Sinar matahari pagi akhirnya menembus masuk melalui celah tirai kaca apartemen yang besar. Aku membuka kedua mataku perlahan dan bangun dari atas kasur empuk ini. Argan ternyata belum kembali ke apartemen ini sejak kepergiannya tadi malam.Suasana unit mewah ini terasa sangat sepi dan juga sedikit mencekam telingaku. Aku berjalan keluar kamar dan duduk di depan meja kerja sudut ruang tamu. Laptop baru pemberian Argan masih menyala menampilkan halaman awal portal kampus fakultasku."Aku harus cari cara buat ngubungin orang luar pakai portal jaringan kampus ini."Aku berbicara pelan kepada diriku sendiri di tengah keheningan pagi. Tanganku menggerakkan kursor tetikus untuk membuka menu perpustakaan digital fakultas kedokteran.Mataku langsung tertuju pada fitur obrolan langsung antar mahasiswa di pojok kanan layar. Fitur ini biasanya dipakai untuk diskusi tugas kelompok secara daring dari rumah. Aku langsung mengetik nama Fika di kolom pencarian daftar tema

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 199

    Argan merangkul bahuku dan memaksaku memegang kertas foto USG tersebut."Aku nggak mau unggah kebohongan ini ke akun media sosial pribadiku, Pak. Teman-teman kampusku pasti tahu kalau aku belum hamil sama sekali bulan ini."Aku menolak perintahnya sambil meletakkan kembali kertas itu ke atas permukaan meja kaca."Cuti kuliah kamu udah aku urus tuntas sampai pertengahan tahun depan. Kamu nggak bakal ketemu teman kampusmu lagi sampai bayi bohongan ini waktunya lahir ke dunia."Argan langsung mematahkan alasanku dengan fakta cuti paksa yang dia urus di belakang punggungku. Aku hanya bisa diam menelan ludah karena semua kehidupanku benar-benar sudah dikunci rapat olehnya.Dokter wanita itu segera membereskan semua peralatannya dan langsung pamit pulang meninggalkan apartemen. Ruang tamu luas ini kembali menjadi sangat sepi hanya menyisakan kami berdua saja malam ini."Bapak beneran mau kurung aku di apartemen ini selama sembilan bulan penuh?"

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 198

    Pria bertopi hitam itu meludah tepat ke arah ujung sepatu kulit mahal milik Argan.Argan hanya mengangguk pelan memberikan isyarat kepada salah satu pengawalnya di sana. Pengawal itu langsung mendaratkan satu pukulan keras tepat di perut pria bertopi hitam tersebut. Pria malang itu langsung terbatuk parah dan mengeluarkan sedikit cairan darah segar dari bibirnya."Bapak jangan siksa dia lagi! Dia udah luka parah kayak gitu dari semalam!"Aku mencoba turun dari mobil untuk menolongnya, tetapi Argan langsung mendorong bahuku kembali ke dalam."Kalau kamu mau dia tetap hidup, kamu yang harus bujuk dia buat sebutin letak dokumen itu, Nara."Argan memberikan pilihan yang sangat menyudutkan posisi mentalku pada malam hari ini. Pria ini sangat menikmati posisinya sebagai penguasa yang memegang kendali atas nyawa orang lain."Tolong kasih tahu aja letak tas itu sekarang. Aku beneran nggak mau kamu mati murni gara-gara bantuin urusanku."Aku m

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 197

    Pria itu memberikan instruksi langsung kepada sopir yang duduk membelakangi kami di depan.Sopir berjaket hijau itu hanya mengangguk tanpa mengucapkan satu patah kata pun malam ini. Mobil ini langsung melaju meninggalkan area kawasan apartemen mewah milik keluarga Argan. Aku menyandarkan kepalaku ke sandaran kursi sambil memejamkan kedua mataku sejenak.Namun, mobil ini tiba-tiba berbelok tajam ke arah sebuah gang gelap yang lumayan sempit. Laju kendaraan ini langsung berhenti total di tengah jalan buntu tersebut tanpa alasan jelas. Aku langsung membuka mataku karena merasa sangat panik dan juga sangat kebingungan."Pak Sopir, kenapa kita malah berhenti di gang buntu yang gelap ini? Ini sama sekali bukan jalan ke arah gerbang tol luar kota kan?"Aku bertanya dengan nada suara yang bergetar hebat menahan rasa takut di kerongkongan.Sopir berjaket hijau itu mematikan mesin mobil dan mencabut kunci kontaknya secara perlahan. Dia menoleh ke belakang da

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 196

    Pria bertopi hitam itu membenarkan strategiku sambil menggelengkan kepalanya pelan."Argan beneran pintar banget cara mainin emosi netizen negara ini pakai isu keluarga dan kehamilan. Skandal pelakor dan penyuapan pasti langsung dilupain sama ibu-ibu pengajian di luar sana."Trik kehamilan palsu ini benar-benar menutup semua celah hukum untukku secara instan. Jika aku membantah di internet, netizen pasti akan menuduhku sebagai istri durhaka yang menutupi anugerah anak."Besok pagi dia pasti bakal bawa dokter kandungan palsu ke apartemen ini buat bikin bukti medis. Kalau kamu nggak kabur malam ini, kamu beneran bakal terjebak di skenario hamil palsu ini."Pria itu memberikan peringatan waktu yang sangat mendesak kepadaku siang ini. Aku memutar otakku untuk mencari jalan keluar darurat dari apartemen tinggi ini."Terus kita mau kabur lewat mana sekarang dari gedung ini? Lift pribadi itu cuma bisa diakses pakai kartu khusus milik Pak Argan aja."

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 195

    Argan kembali melontarkan ancaman mematikan itu sebelum melangkah masuk ke dalam lift pribadinya.Pintu lift langsung tertutup rapat meninggalkan diriku sendirian di dalam unit apartemen raksasa ini. Aku menghela napas sangat panjang dan menjatuhkan tubuhku ke atas sofa ruang tamu yang empuk. Badanku terasa sangat lelah setelah melewati semua drama penipuan di stasiun televisi tadi.Waktu terus berjalan lambat hingga langit di luar jendela kaca berubah menjadi gelap gulita. Suasana malam di dalam apartemen ini terasa sangat sunyi dan juga mencekam. Aku hanya duduk diam memeluk kedua lututku di atas sofa sambil melihat lampu kota Jakarta.Tiba-tiba, suara bel pintu apartemen berbunyi sangat nyaring memecah keheningan ruangan luas ini.Jantungku langsung berdetak cepat karena Argan seharusnya bisa masuk menggunakan sensor sidik jari. Aku melangkah pelan mendekati layar interkom yang menempel di sebelah dinding pintu utama. Layar kecil itu menyala dan menamp

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 26

    Di sana, aku melihat kilatan permintaan maaf yang sangat samar, dan sesuatu yang lain, yaitu sebuah janji bahwa urusan kami belum selesai."Nara, nanti sore kerjakan tugas yang saya kirim lewat email. Saya mau hasilnya besok pagi," ucap Argan dingin, kembali ke mode dosen killer-nya."Baik, Pak," j

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 27

    Felicia mulai menaikkan nada bicaranya, tidak peduli lagi kalau kami sedang menjadi tontonan mahasiswa yang lewat. Insting wanitanya sepertinya menangkap sesuatu yang tidak beres. Dia menatapku lagi, kali ini tatapannya jauh lebih tajam dan penuh curiga. Mungkin dia bertanya-tanya, apa yang membuat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 24

    "Sama-sama. Sekarang sana makan, terus mandi. Bau kamu asem banget, sampai kecium ke sini," godanya sambil menutup hidung dengan gaya berlebihan."Pak Argan! Saya wangi ya!""Wangi iler maksudnya? Itu di pipi kanan kamu masih ada cap bantal, Nara. Artistik sekali," tunjuknya sambil tertawa kecil.A

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 32

    Pesan itu singkat, padat, dan jelas merupakan sebuah perintah mutlak yang tidak bisa dibantah.Kata "revisi skripsi" jelas hanyalah kode yang dia gunakan untuk menutupi kecemburuan atau kemarahannya yang tidak masuk akal. Mana ada revisi skripsi yang harus dikerjakan mendadak di jam sore begini saa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status