Aku terdiam, lidahku terasa kelu.Tentu saja tulisannya terasa nyata, karena aku menuliskannya sambil melihat langsung penderitaan orang aslinya.Aku menuliskan rasa sakit Argan, menjual penderitaannya menjadi sebuah cerita fiksi yang dinikmati ribuan orang. Tiba-tiba rasa bersalah itu datang lagi, lebih besar dari sebelumnya. Aku merasa seperti parasit yang hidup dari luka orang lain."Aku... aku cuma kebetulan dapet inspirasi aja kok, Mas. Nggak ada riset khusus," jawabku sambil menunduk, menghindari tatapan kagum Mas Vickry yang justru membuatku semakin merasa berdosa."Apapun sumber inspirasi kamu, pertahankan itu. Penerbit yakin banget novel ini bakal jadi best seller tahun ini. Nih, kamu baca dulu poin-poin bagi hasilnya. Royaltinya lebih gede dari standar penulis pemula karena engagement pembaca kamu tinggi banget."Aku memaksakan diri untuk tersenyum, lalu mulai membaca lembar demi lembar kontrak itu. Angka-angka yang tertera di sana memang sangat menggiurkan, jauh lebih besar
Last Updated : 2026-01-31 Read more