Di sana, aku melihat kilatan permintaan maaf yang sangat samar, dan sesuatu yang lain, yaitu sebuah janji bahwa urusan kami belum selesai."Nara, nanti sore kerjakan tugas yang saya kirim lewat email. Saya mau hasilnya besok pagi," ucap Argan dingin, kembali ke mode dosen killer-nya."Baik, Pak," jawabku lirih.Mereka berdua berjalan menjauh, meninggalkan aku sendirian di koridor yang dingin. Melihat punggung mereka yang serasi, rasa mulas di perutku kembali datang, kali ini disertai rasa sesak di dada yang menyakitkan. Aku baru saja diingatkan dengan keras oleh kenyataan, bahwa di dunia nyata, Cinderella seperti aku tidak akan pernah setara dengan Pangeran yang sudah memiliki Putri Kerajaan.Tapi kenapa rasanya sakit sekali melihat tangan Felicia melingkar di lengan yang semalam memelukku erat?"Sadar, Nara. Kamu cuma obat. Cuma obat penenang yang dibayar per bulan," bisikku menyadarkan diri sendiri, lalu berbalik arah berlari menuju perpustakaan, tempat di mana aku bisa menyembunyik
Last Updated : 2026-01-31 Read more