Aurelia menarik pelan ujung lengan ibunya, lalu memberi isyarat lewat tatapan mata.Ratna tentu saja paham maksud putrinya. Hanya saja, ia tidak menyangka Aurelia akan mengarahkan pandangannya pada Raka Gunawan. Namun setelah dipikirkan lagi, rasanya wajar.Raka memang tampan, auranya tenang, tidak memberi kesan seseorang dengan umur pendek. Pria seperti itu, di Jakarta sekalipun, pasti mudah menarik perhatian perempuan.Ratna merenung sejenak, lalu tersenyum dan berkata, “Sebenarnya, yang ingin menggantikan Aurelia menjadi istri Raka adalah Nadira sendiri…”Belum sempat kalimat itu selesai, raut wajah Arman langsung berubah. Ia buru-buru memotong, nadanya meninggi karena gugup.“Aku harap nak Raka tidak berpikir yang aneh-aneh.”Setelah berkata demikian, Arman bertemu dengan tatapan Raka yang setengah tersenyum namun sulit ditebak. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ia segera menambahkan, “Pasti banyak wanita sosialita yang iri padanya, jadi mereka sengaja memfitnah!”Raka menyipitkan
Dernière mise à jour : 2026-01-27 Read More