Dengan menarik napas dalam, Aurelia melangkah ke depan dan berkata sopan, “Nenek, saya akan…”“Siapa saja berani memanggil saya seperti itu?” potong Ibu Wulan dengan nada sinis. Tatapannya dingin, bibirnya melengkung tanpa kehangatan. “Apa sekarang ambang masuk keluarga Gunawan serendah itu?”Rasanya seperti disiram air es di tengah hujan Jakarta saat malam. Aurelia terpaku, kepalan tangannya semakin erat.“Ibu Wulan, Aurelia masih ada pekerjaan. Saya pamit dulu,” katanya akhirnya, senyum manis dipaksakan.Dari sisi sofa, Nadira diam-diam merasa kekebalan wajah Aurelia memang luar biasa. Jelas-jelas marah, namun masih bisa mengenakan topeng manis tanpa cela.“Cepat
Dernière mise à jour : 2026-02-01 Read More