Arman menoleh ke arah tukang kebun dan bertanya dengan tegas, “Orang tidak berguna, siapa namamu? Ceritakan semuanya, dari awal sampai akhir!”“A… nama saya Juna Gumintang,” kata Juna gemetar. Ia menunduk semakin dalam, suaranya bergetar tak terkendali. “Malam ini… malam ini…”Belum sempat ia menyelesaikan kalimat, Shanti menyela dengan tidak sabar, “Juna, pikirkan baik-baik. Katakan yang sebenarnya. Kalau tidak, jangan salahkan aku kalau bertindak kasar!”Mendengar ancaman itu, Juna semakin gemetar. Ia melirik Shanti dengan takut, bibirnya mengatup rapat sejenak sebelum akhirnya membuka suara, “N-Nona Nad…. memberi saya uang, dua puluh juta rupiah, untuk…”Begitu kalimat itu meluncur, sudut bibir Shanti terangkat tipis. Ia menatap Nadira dengan angkuh, seolah sudah menunggu momen ini sejak awal. Matanya tajam dan kejam saat ia membentak, “Nadira Chandra, jadi benar kamu!”Reno Aditya melangkah mendekati Juna Gumintang dengan wajah tenang, nyaris tanpa emosi. Ia menatap wajah pria itu
Dernière mise à jour : 2026-02-21 Read More