“Kak, ada yang menggangguku. Bawa beberapa orang ke sini, cepat. Aku di halaman Keluarga Suryanto,” katanya angkuh.Bima mengerutkan kening, lalu mendekat ke Raka dan berbisik, “Tuan Muda Kedua, apa perlu kita mengawal Nyonya keluar?”Raka menatap ke arah Nadira tanpa berkedip. Wajahnya tampak memerah, lebih dari biasanya, seolah menahan sesuatu. “Dia bisa menangani ini.”Bima menatapnya tak percaya. Ia merasa ucapan itu terdengar seperti lelucon.Reza menoleh ke arah Nadira dan berkata dingin, “Perempuan murahan, tunggu saja. Kalau hari ini aku tidak membunuhmu, aku akan mengusirmu dari Singapura. Kau akan hidup di neraka selamanya.”Keributan itu akhirnya menarik perhatian Nyonya Besar Keluarga Suryanto. Ia bergegas datang, wajahnya jelas tidak senang saat melihat Nadira sebagai pusat masalah. Meski begitu, ia tak bisa membiarkan sesuatu terjadi di rumahnya sendiri. Saat hendak berbicara, suara Nadira lebih dulu terdengar.“Jangan,” ucap Nadira pelan namun tegas. Alisnya sedikit ter
Dernière mise à jour : 2026-02-21 Read More