Nadira menoleh ke arah Rani dan tersenyum kecil.“Rani, kamu bukan mahasiswa kedokteran, kan?”Senyum Rani membeku seketika.Nadira lalu mengalihkan pandangan. “Pak Surya, akhir-akhir ini kaki Bapak sering nyeri?”Pak Surya, yang berdiri agak jauh sambil memegang ponsel, terkejut. Ia mengangguk pelan, bingung. Nyeri itu baru ia rasakan dua hari terakhir. Ia bahkan belum sempat memeriksakan diri.Bagaimana gadis itu tahu?Bisik-bisik mulai mereda. Beberapa kepala menoleh ke arah Nadira dengan ekspresi tak percaya.“Bu Melati,” lanjut Nadira tanpa ragu, “kepala Ibu sering terasa berat dan berdenyut, terutama saat pagi?”Semua mata kini tertuju pada Bu Melati. Perempuan paruh baya itu terdiam sesaat, lalu mengangguk perlahan.Suasana berubah. Tawa lenyap, digantikan keheningan yang canggung.“Pak Jatmiko,” ujar Nadira lagi, nadanya tetap tenang, “fungsi hati Bapak akhir-akhir ini menurun.”Kali ini, orang-orang yakin ia pasti salah.Namun ketika Pak Jatmiko mengangguk dengan wajah pucat,
Dernière mise à jour : 2026-02-11 Read More