Lonceng besar di menara kastil berdentang sebelas kali, namun suaranya nyaris tertelan oleh raungan badai salju yang mengamuk di luar.Ini adalah badai paling dahsyat dalam satu abad terakhir, sebuah tembok putih yang mengisolasi Kastil Valen dari peradaban.Di dalam aula besar, lampu-lampu minyak berkedip gelisah, mati satu per satu tertiup angin yang menyelinap dari celah jendela, menyisakan bayangan-bayangan panjang yang menari liar di dinding batu.Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, tiga orang duduk mengelilingi meja makan panjang. Suasana itu tidak tampak seperti perjamuan bangsawan, melainkan sebuah upacara pemakaman bagi siapa pun yang lebih dulu menarik napas.“Anggurnya terasa sedikit pahit malam ini, bukan begitu, Duke?” Julian memecah kesunyian, memutar-mutar gelas kristalnya dengan senyum yang tidak menyentuh matanya yang licik.Alaric, yang duduk di ujung meja seberang, tidak menyentuh makanannya sama sekali. Tangan kanannya tersembunyi di bawah meja, namun Aureli
Terakhir Diperbarui : 2026-02-10 Baca selengkapnya