Share

Bab 148. Rencana di dapur

Author: Lovely Pearly
last update publish date: 2026-04-09 22:14:15

Lucas melangkah masuk ke dapur dengan sikap biasa, seolah tak ada hal penting yang baru saja terjadi. Suasana di dalam tetap sama, panas menyengat, hiruk-pikuk, dan dipenuhi teriakan para koki yang saling bersahutan.

“Cepat! Bawangnya kurang! Siapa yang pegang panci itu?!” bentak kepala dapur, Samuel, dengan suara menggelegar.

Tanpa menarik perhatian, Lucas menyelinap di antara para pelayan. Tatapannya bergerak cepat, menyisir setiap sudut, mencari satu sosok yang ia tuju.

Valeriana.

Ia menemuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 265. Rencana Kael

    Kabar tentang kehamilan Valeriana menyebar di kediaman Vallas secepat embun yang menguap diterpa matahari pagi. Dalam semalam, suasana rumah itu berubah sepenuhnya. Lorong-lorong yang biasanya dipenuhi langkah tergesa kini dipenuhi kehati-hatian. Para pelayan berjalan lebih pelan, berbicara lebih lirih, seolah takut suara mereka saja bisa mengganggu calon pewaris yang bahkan belum menampakkan keberadaannya.Anna menjadi orang yang paling sibuk. Ia hampir tidak membiarkan Valeriana melakukan apa pun sendiri. Bahkan untuk sekadar mengambil gelas air, wanita itu sudah lebih dulu bergerak mendahului. Tabib Pym pun meninggalkan daftar panjang tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, lengkap dengan nada serius yang membuat seluruh penghuni rumah ikut tegang. Di sisi lain, Lucas tanpa banyak bicara langsung memperketat penjagaan di sekitar kediaman Vallas. Jumlah pengawal bertambah, meski semuanya diatur sedemikian rupa agar tidak membuat suasana terasa menyesakkan.Namun, dari semu

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 264. Harga sebuah takdir

    Anna yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Valeriana. Ada keraguan yang sempat melintas di wajah pelayan itu sebelum ia memutuskan untuk berbicara.“Nyonya bertemu seorang nenek aneh sebelum pulang,” ucapnya pelan, seolah takut kata-katanya akan menambah beban suasana yang sudah cukup berat. “Awalnya saya pikir beliau hanya peramal jalanan biasa. Tapi setelah pertemuan itu, Nyonya terus melamun.”Kael yang duduk di sisi ranjang segera menoleh.“Seorang nenek?” tanyanya, alisnya berkerut bingung.Valeriana menggigit bibir bawahnya pelan. Dadanya terasa sesak. Ia tahu tidak ada gunanya lagi menyimpan cerita itu seorang diri. Terlalu banyak hal yang sudah terjadi. Kael kini mengetahui rahasia terbesar yang selama ini ia sembunyikan. Ia juga baru saja pingsan dan membuat semua orang di ruangan itu diliputi kecemasan.Tak ada lagi alasan untuk berdiam diri.“Nenek itu mengatakan sesuatu,” ujarnya lirih.Kael tidak menyela. Tatapannya tertuju penu

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 263. Kabar baik

    Tabib Pym menatap Valeriana beberapa saat lebih lama dari biasanya. Sorot matanya yang semula tajam dan penuh perhatian seakan tengah menimbang sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain di dalam ruangan itu.Lalu, perlahan-lahan, ekspresi serius di wajahnya berubah.Bukan kepanikan.Bukan pula kesedihan.Melainkan keterkejutan yang singkat, sebelum akhirnya melembut menjadi sesuatu yang hangat dan hampir tak terduga.“Nyonya Duchess,” ucapnya pelan, suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya, “sejak kapan Nyonya sering merasa lelah?”Valeriana berkedip bingung.“Aku... tidak tahu,” jawabnya jujur. “Beberapa hari ini memang banyak hal yang terjadi.”Tabib Pym mengangguk kecil.“Apakah Nyonya juga lebih mudah merasa pusing? Nafsu makan berubah? Atau sesekali merasa mual?”Pertanyaan itu membuat Valeriana terdiam.Ia mencoba mengingat beberapa hari terakhir. Rasa lelah yang datang lebih cepat dari biasanya. Tubuh yang terasa berat. Perut yang sesekali tidak nyaman tanpa alasan yan

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 262. Valeriana sadar

    Valeriana menarik napas tajam. Matanya terbuka mendadak. Cahaya lampu di kamar utama kediaman Vallas langsung menyambut pandangannya.Bukan langit-langit putih rumah sakit. Bukan bau obat-obatan steril. Bukan suara mesin detak jantung. Ia berada di kamar Kael. Di dunia novel. Di sisi pria itu.“Nyonya!”Suara Anna pecah hampir seperti tangisan.Valeriana mengerjap beberapa kali. Pandangannya masih buram dan kepalanya terasa berat. Hidungnya sedikit perih, tetapi darah yang tadi mengalir tampaknya sudah dibersihkan.Dan tepat di samping ranjangnya, Kael duduk dengan wajah pucat.Sangat pucat.Bahkan lebih buruk dibanding saat tubuhnya sendiri dipenuhi luka.Pria itu seharusnya masih beristirahat. Seharusnya tidak bergerak terlalu banyak. Namun kini ia duduk di tepi ranjang Valeriana dengan napas sedikit berat, satu tangannya menggenggam jemari Valeriana erat seolah takut kehilangannya.Perban di bahunya tampak sedikit bergeser, pertanda ia bangun terburu-buru tanpa memedulikan kondisin

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 261. Di antara dua dunia

    Awalnya, hanya ada kegelapan.Kegelapan yang begitu pekat hingga seolah menelan seluruh kesadaran, menyisakan kehampaan tanpa batas. Di tengah sunyi itu, sebuah suara samar perlahan muncul dari kejauhan.Pelan.Teratur.Tak pernah berhenti.Bip… bip… bip…Suara itu menggema seperti denyut kehidupan yang berusaha menembus kabut gelap di sekelilingnya.Valeriana merasa tubuhnya begitu berat. Seakan seluruh dirinya tenggelam jauh ke dasar lautan yang dingin dan tak berujung. Kesadarannya melayang tanpa arah, terombang-ambing di antara mimpi dan kenyataan, antara sadar dan tidak sadar. Namun di tengah semua itu, suara tersebut terus memanggilnya, menariknya perlahan dari jurang ketidaksadaran.Bip… bip… bip…Entah mengapa, suara itu terasa begitu akrab. Bukan suara pintu kayu tua di koridor Kediaman Vallas yang berderit saat malam tiba. Bukan langkah kaki para pelayan yang berjalan tergesa di lorong istana.Bukan pula bunyi lembut nyala lilin yang menari diterpa angin malam.Tidak.Itu ad

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 260. Valeriana mimisan

    Wajah Valeriana seketika memucat.Kalimat itu menghantam kesadarannya begitu keras, seperti sambaran petir di tengah siang yang tenang—mendadak, memekakkan, dan meninggalkan getaran dingin yang menjalar hingga ke ujung jarinya.Kembalilah ke duniamu.Napas Valeriana tercekat.Nenek itu tahu.Entah bagaimana caranya, wanita tua itu mengetahui sesuatu yang bahkan tidak pernah berani ia ungkapkan kepada siapa pun. Kecuali Kael.Dadanya mendadak terasa sesak. Jantungnya berdetak tidak beraturan, seolah mencoba keluar dari rongga dadanya. Ribuan pertanyaan berdesakan di kepalanya dalam waktu bersamaan.Ia ingin bertanya.Ingin menarik tangan keriput nenek itu dan memaksanya menjelaskan semuanya. Siapa dirinya sebenarnya? Dari mana ia mengetahui rahasia itu? Dan apa maksud dari ucapan menyeramkan tentang pengorbanan?Namun sebelum Valeriana sempat membuka mulut, seseorang melintas di antara mereka sambil membawa keranjang besar berisi sayuran. Tubuh tinggi pria itu menutupi pandangannya han

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 95. Ciuman yang tertunda

    Di malam hari di kediaman keluarga Vallas, Kael terlihat keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya. Tubuhnya yang kekar dipenuhi bekas luka kering akibat sayatan pedang dan berbagai pertempuran yang telah ia lalui.Namun bagi Valeriana, pemandangan itu justru t

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 94. Senyum Sebelum Badai

    Suasana seketika hening setelah sindiran Valeriana terlontar. Tak seorang pun berani tertawa, namun bahu beberapa bangsawan tampak bergetar menahan geli. Kael memandang istrinya dengan sorot takjub—ia baru saja menyaksikan sesuatu yang tak terduga, seekor ular berbisa dipatuk oleh burung kenari.Go

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 71. Godaan Lucas

    Kael tidak menjawab. Ia hanya memijat pelipisnya, berharap Lucas mendadak kehilangan ingatan. Sayangnya, ajudannya itu dikenal memiliki daya ingat setajam pedang, terutama untuk hal-hal yang memalukan dirinya.“Ngomong-ngomong, Tuan …” Lucas melirik ke meja kecil di samping tempat tidur.Di sana te

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 70. Kael membaca buku romansa

    Ancaman itu terdengar sangat nyata. Kael menghela napas panjang—napas kekalahan. Bahunya merosot lemah. Ia tahu, melawan wanita ini hanya akan berujung pada kekalahan yang lebih memalukan. Jika ia nekat membangkang, Valeriana pasti memiliki seribu satu cara lain yang lebih nekat untuk menghentikann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status