Sepuluh hari melesat bagai embusan angin musim semi. Di bawah pengawasan dan perawatan intensif Zhiyao, tubuh Selir Mei pulih dengan kecepatan yang menakjubkan. Rona pucat di wajahnya kini tergantikan oleh kehangatan yang sehat, mengembalikan pesona sang Bunga Plum yang dulu pernah menaklukkan seisi istana.Pagi itu, sebelum Zhiyao dan Xiaochen bertolak kembali ke ibu kota untuk menghadiri Festival Perjamuan Musim Semi, Selir Mei menggenggam kedua tangan menantunya dengan erat."Permaisuri adalah ular berbisa yang tidak pernah tidur, Ruoyao," pesan Selir Mei, matanya menyiratkan kecemasan seorang ibu. "Absennya Istana Timur hari ini akan membuatnya merasa berkuasa penuh atas perjamuan. Dia pasti tidak akan melepaskanmu begitu saja. Berhati-hatilah!"Zhiyao tersenyum menenangkan. Ia menepuk pelan punggung tangan ibu mertuanya dengan keyakinan absolut."Jangan khawatir, Ibu," ucap Zhiyao tenang. "Keberadaan Anda di sini, yang masih menjadi rahasia, adalah kartu as terkuat kita. Bia
Read More