Malam beranjak larut menyelimuti Paviliun Lanyin. Di ruang baca utama, tawa renyah Zhiyao memecah keheningan.Di tangannya terdapat secarik gulungan perkamen kecil yang sedikit basah, kemungkinan besar oleh air mata. Han Mu baru saja mencegat seekor merpati pos gemuk yang dilepaskan Suqiu dari area dapur belakang."Coba dengarkan ini, Yang Mulia," Zhiyao menyeka sudut matanya yang berair karena terlalu banyak tertawa, lalu membacakan isi surat rahasia Suqiu. "Yang Mulia Permaisuri, hamba memohon ampun... Pangeran Perang sangat kejam. Hamba dipaksa menumbuk ribuan kelabang. Meridian Pangeran memang tersumbat, tapi Putri Shen adalah iblis betina yang menyiksaku. Tolong tarik hamba kembali..."Xiaochen yang sedang membersihkan pedang besarnya di seberang meja hanya mendengus merendahkan. "Cengeng.""Sayang sekali surat penuh emosi ini tidak akan pernah sampai ke Istana Kunning," Zhiyao menarik selembar perkamen kosong. Ia mengambil kuas kecil, mencelupkannya ke dalam tinta, lalu mula
Read More