Paginya, Elena keluar dari kamar dengan langkah pelan. Rambutnya sudah rapi, pakaian kerjanya juga terlihat sempurna seperti biasa. Namun di balik penampilan itu, pikirannya masih penuh dengan kejadian semalam.Ia melirik ke arah ruang makan. Hanya ada dua orang di sana. Helen dan suaminya, Bagaskara. Kedua mertuanya tampak santai berbincang, hal yang tak pernah ia lihat pada orang tuanya. Helen sedang menuangkan teh ke dalam cangkir, sementara Bagaskara membaca koran dengan santai.Saat Elena telah mendekat. Helen tersenyum. “Pagi, Elena.”Elena memaksakan senyum kecil. “Pagi, Ma. Pa."Bagaskara menurunkan korannya sedikit. “Tidurmu nyenyak, Elena?"Elena mengangguk. “Lumayan, Pa." Ia melirik kursi-kursi yang kosong. Juga Kursi Dewantara.“Kau mencari Dewantara?” Helen bertanya lembut, “Dewa sudah berangkat pagi sekali. Dia bilang ada sesuatu yang harus ia kerjakan."Elena sedikit terkejut. “Pagi sekali?”“Iya,” jawab Helen sambil duduk. “Bahkan sebelum aku selesai menyiapkan sarap
Read more