Alvaro yang sedang mengusap punggung tangan Arini seketika menghentikan gerakannya. Ia memiringkan posisi duduknya, memberikan atensi penuh seolah seluruh dunianya kini hanya berpusat pada bibir Arini yang baru saja mengeluarkan suara.Sorot mata Alvaro yang tadinya tajam memikirkan strategi hukum, mendadak melunak, berganti dengan rasa penasaran yang dalam. "Apa itu, Rin? Katakan saja. Nggak ada lagi rahasia yang boleh berdiri di antara kita malam ini," sahut Alvaro dengan nada bariton yang sangat lembut.Arini menarik napas panjang, mencoba menstabilkan debar jantungnya yang tiba-tiba berpacu lebih kencang dari biasanya. Ia menatap lekat ke dalam manik mata cokelat gelap milik Alvaro, mencari kepastian terakhir di sana sebelum ia mengucapkan kalimat yang akan mengubah seluruh hidupnya."Kak, selama ini aku selalu takut. Takut karena statusku, takut karena masa laluku yang gagal, dan takut kalau aku cuma bakal jadi noda di hidupmu," mulai Arini dengan suara yang sedikit bergetar namu
Read more