Ketika keduanya sudah siap di posisi masing-masing, bunyi tanduk keras sebagai tanda dimulainya kompetisi bergema. Lima ekor kuda langsung berlari keluar dari kandang dan berlari liar dengan cepat di seluruh lapangan. Begitu kuda-kuda itu keluar, panah pertama pemuda itu sudah terlepas melesat dengan cepat. Sementara itu, Ryan sama sekali tidak terburu-buru. Dia hanya berdiri tenang sambil mengamati pemuda itu membidik kuda yang sedang berlari mendekat. SYUT! Dengan bunyi nyaring, panah pemuda itu mengenai tepat di tengah kain sutra merah dan membawa kain itu tersangkut di ujung anak panah yang tertancap di tanah. Pemuda itu melihat dirinya berhasil dengan satu tembakan dan tersenyum sangat puas. Ryan yang melihat itu juga ikut tersenyum dengan tulus sambil mengangguk. "Kemampuan penduduk Desa Noi memang tidak main-main. Bagus!" Ryan terus mengamati tanpa menembakkan panahnya sendiri sama sekali. Untuk target kuda kedua, pemuda itu akhirnya berhasil mengenai setelah tiga kal
Terakhir Diperbarui : 2026-02-19 Baca selengkapnya