"BANGUN KALIAN, DASAR PEMALAS!" Pendeta berjalan masuk dengan langkah berat dan langsung menendang dengan sangat keras pada tubuh dua orang anak buahnya yang tidur seperti babi mati di lantai. "Kalian tidak takut tahanannya kabur begitu saja ya?!" "Ma... maaf, Pendeta!" Keduanya yang tersadar karena tendangan keras langsung melihat pendeta berdiri dengan marah. Mereka cepat bangkit berdiri dengan gugup sekali dan tubuh gemetar ketakutan. "Apa orangnya masih hidup dan sehat?" Pendeta bertanya dengan nada dingin penuh ancaman. "Baik-baik saja, Pendeta! Pendarahan darahnya sudah berhenti sejak lama!" Salah satu menjawab dengan cepat sambil menyeringai mesum yang sangat menjijikkan. "Kami pastikan dia masih akan punya banyak tenaga untuk melompat-lompat dan melayani kita dengan baik saat bermain nanti!" Pendeta yang mendengar jawaban itu perlahan mengangkat topeng yang selalu menutupi wajahnya. Mengungkapkan wajahnya yang sangat suram, penuh bekas luka, dan dipenuhi dengan ekspr
Terakhir Diperbarui : 2026-02-23 Baca selengkapnya