Ruangan langsung sunyi.Api tungku berderak pelan di sudut rumah kayu, namun hawa dingin justru terasa semakin menusuk.Wei Chen berdiri paling dekat dengan pintu. Tatapannya tajam menembus prajurit yang baru masuk tadi.“Di mana dia?”“Diikat di balai desa.”Lu Yan langsung berbalik. “Aku mau lihat sendiri.”Namun sebelum mereka bergerak, suara serak tiba-tiba terdengar dari ranjang. “Bawa dia ke sini.”Semua kepala menoleh.Zhao Fenglin masih terbaring lemah, wajahnya pucat karena demam. Namun matanya sudah terbuka lagi. Dan seperti biasa, sorot itu tetap dingin.Zhao Fenglin menghela napas sejenak. Dibalik ketenangannya, dan ketegangan aura yang keluar darinya itu. Ada kekhawatiran yang tak bisa ia tahan, kepalanya bukan hanya dipenuhi tentang Huo Ren, keadaannya, dan segala masalah yang akan ia hadapi. Melainkan Yuwen Shuang, dan juga Ibunya di Ibu kota yang pasti mengkhawatirkannya. Mereka pasti sudah mendengar tentang kabar kematiannya. Tabib tua langsung mengernyit. “Kau bahka
Read More