Malam telah larut sepenuhnya.Di kediaman Zhou, tepatnya di dalam kamar, hanya cahaya lampu minyak yang tinggal separuh menyala. Bayangannya bergoyang pelan di dinding, memanjang lalu memendek mengikuti tiupan angin dari celah jendela.Yuwen Shuang terbangun dalam keadaan duduk.Napasnya tidak teratur. Ujung rambut di pelipisnya basah oleh keringat dingin. Selimut yang menutupi tubuhnya telah bergeser setengah, jatuh di pangkuan tanpa ia sadari.Dadanya terasa sesak.Untuk beberapa saat, ia hanya menatap ke depan dengan mata kosong, berusaha membedakan mana mimpi dan mana kenyataan. Ingatan di kepalanya kacau seperti potongan kain yang tercabik-cabik.Rasa pahit di lidah. Suara seseorang berteriak, cangkir pecah, lalu gelap.Yuwen Shuang menunduk perlahan. Jemarinya menyentuh lehernya sendiri, lalu bergerak ke dada kiri. Detak jantung di sana begitu cepat, menghantam telapak tangannya tanpa ritme.Perasaannya sangat tidak enak.Seolah sesuatu sedang terjadi di tempat yang tidak bisa i
続きを読む