"Kupikir kau sudah enyah," ucap Senja enteng. Ia sama sekali tak acuh pada raut wajah Arion yang mulai memerah menahan ledakan emosi."Aku masih menunggu kejelasan uang tiga miliar itu," desis Arion tajam.Senja menyesap udara pelan, seolah bosan. "Aku sudah bertanya pada Gavi, tapi dia bilang itu cuma fitnah.""Omong kosong!" Arion menyentak rambut di dekat pelipisnya, menyingkap bekas luka jahitan yang dalam dan permanen di sana. "Lalu kau pikir ini apa? Cinderamata?"Senja hanya mengedikkan bahu malas. "Beri dia waktu untuk menikmati 'kesenangannya' sedikit lagi."Tanpa merasa berdosa, Senja melangkah santai menuju mobil Arion, seolah kendaraan mewah itu adalah taksi pribadinya. Tepat sebelum masuk, ia menoleh. "Oh, iya," ucapnya sambil membuka pintu penumpang, "aku butuh Garda untuk menakuti Tara sore ini di kafe dekat kosanku. Boleh kupinjam, kan?""Cih, dia itu manusia, bukan barang," cibir Arion sinis."Memang. Tapi aku minta izin darimu hanya demi sopan santun," balas Senja k
Last Updated : 2026-03-03 Read more