Arion duduk di antara dua penguji senior lainnya. Jas charcoal yang melekat di tubuh tegapnya tampak sangat pas, dipadukan dengan tatanan rambut yang sedikit casual—memberikan kesan modern namun tetap berwibawa. Kacamata berbingkai tipis bertengger di hidung mancungnya, menambah aura intelektual yang mengintimidasi sekaligus memikat."Silakan duduk, Kahlani."Senja masih bergeming di ambang pintu, mencuri satu detik berharga hanya untuk mengagumi paras pria itu. Di dada kanan Arion, sebuah pin emas tanda pengacara tersemat dengan gagah. Penangguhan profesinya telah resmi berakhir; Arion Wiratama kembali ke takhtanya setelah seluruh bukti membuktikan bahwa ia hanyalah korban konspirasi KUPRUM yang berusaha ia bongkar."Kita bisa mulai, Kahlani," suara Arion mengalun tenang, dalam, dan penuh otoritas."Ah... iya, Pak," sahut Senja gugup. Ia melangkah mendekat, memberikan bundel skripsi bersampul tebal itu dengan tangan yang sedikit dingin.Suasana ruangan mendadak senyap, hanya menyis
Last Updated : 2026-04-29 Read more