*Tit. Tit. Tit.*Bukan alarm kebakaran. Bukan juga token listrik habis. Itu suara dari tablet militer hitam doff di samping bantal.Citra Melati membuka mata. Pukul 06.00 pagi. Otaknya langsung beralih dari mode istirahat ke mode kalkulator.Di layar tablet yang menampilkan citra termal, Unit 01 menyala merah. Ada satu gumpalan panas tubuh di kamar mandi utama. Masalahnya, gumpalan itu tidak diam. Sosok itu bergerak kacau, menyentak-nyentak, lalu membungkuk seolah menahan sakit.Analisis cepat: Elang Soerya. Lokasi: Kamar mandi. Gerakan: Anomali."Kalau dia mati kepeleset, aset dibekukan, gaji gue melayang," desis Citra.Dia melompat dari kasur busa tipisnya. Tanpa sempat ganti baju, Citra menyambar kardigan rajut lusuh untuk menutupi daster batiknya, lalu menyambar kotak P3K. Kakinya yang telanjang menghantam lantai marmer dingin koridor Penthouse.*Tap. Tap. Tap.*Masa bodoh dengan privasi. Ini soal menyelamatkan sumber pendapatan.***Pintu kamar mandi Unit 01 tidak terkunci. Citra
Read more