Udara di dalam penthouse "The Glass Nest" terasa semakin berat setelah panggilan telepon misterius itu berakhir dengan suara derau statis yang mengerikan. Reno Dirgantara masih menggenggam ponselnya yang kini layarnya retak, tatapannya kosong namun tajam ke arah gemerlap lampu kota Singapura di balik dinding kaca. Di sampingnya, Karin berdiri dengan wajah yang menegang, jemarinya yang semula sibuk di atas keyboard kini terhenti di udara, seolah-olah waktu baru saja membeku di ruangan mewah itu."Arsitek ingin kita menemuinya di Restoran 'Le Sommet', di puncak gedung Marina Bay Sands. Pukul tujuh malam tepat," ujar Reno, suaranya terdengar sangat rendah dan berbahaya, seperti geraman harimau yang sedang terluka namun tetap berwibawa.Karin mengernyitkan dahi, kepalanya langsung bekerja dengan cepat menghitung segala kemungkinan risiko. "Itu adalah tempat yang sangat terbuka, Reno. Marina Bay Sands adalah ikon Singapura yang paling dijaga ketat, namun bagi orang sepe
Last Updated : 2026-04-15 Read more