Share

BAB 17. ULTIMATUM.

Author: MARIWINA
last update publish date: 2026-03-19 21:56:26

Oom Feliks meninggalkan ruangan makan, naik tangga, kamarnya terletak di lantai dua, bersebelahan dengan kamar opa dan omanya. Masuk ke dalam kamar yang sudah lama ditinggalkan, aroma wangi pengharum ruangan khas keluarga Kartamihardo menyergap hidung Oom Feliks. Menatap ranjang besar, seprei biru muda dilengkapi empat bantal besar,menggodanya untuk membaringkan tubuhnya yang lelah. Semalam ia dan Diandra berpacu mengejar kenikmatan, pagi sampai sore disibukkan meeting -meeting dari satu hotel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 49. PERUBAHAN GARIS KETURUNAN

    Ketika seluruh keluarga masih terpaku pada Feliks, dengan langkah tegas Feliks menuju ke arah kedua orangtuanya. Membungkukkan badannya,memberi hormat bakti,"Terima kasih papi dan mami. berani berkorban demi menyelamatkan hidupku. Apa jadinya kalau papi dan mami tidak menerima tawaran opa. Saya mungkin menjadi sampah masyarakat." Feliks kembali berdiri,"Papi dan mami menerima semua penghinaan yang dilontarkan, tapi kalian tetap diam. Terima hormat bakti saya," ujar Feliks menangkupkan kedua tangannya. Feliks membalikkan badannya, menoleh ke arah ibu Jelita,"Apakah rapat keluarga sudah selesai?" "Belum. "jawab ibu Jelita lalu menoleh ke arah pengacara yang membuka dokumen, menatap sejenak kemudian mengedarkan matanya kesemua anggota keluarga. "Status anak sah Johan Kartamihardo dan Jelita Mariono sebagai berikut, anak pertama Jayden Kartamihardo, anak kedua Javier Kartamihardo dan anak ketiga Feliks Raharja Kartamihardo. Mereka sama-sama anak sah dan mempunyai hak dan kewajiba

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 48. RAHASIA TERUNGKAP.

    Seluruh anggota keluarga Kartamihardo berkumpul di ruang keluarga. Mereka kasak kusuk membicarakan mengapa mereka diundang untuk rapat serta bergosip satu sama lain belum hadirnya Feliks. "Dia merasa dirinya paling penting, selalu datang terlambat. Dia menganggap kita apa? "cicit ibu Sabrina. "Jeng,belum jam setengah sepuluh, Feliks pasti tiba tepat waktu."ujar ibu Jessika. "Tante, telepon tuh Feliks,aku ada pertemuan penting yang harus aku tunda karena Oma memanggil kita untuk rapat keluarga." Ujar Brandon. "Tidak perlu menelpon, saya sudah hadir,"terdengar suara bariton disertai langkah tegap Feliks memasuki ruang keluarga ditatap mereka yang hadir. "Putra mahkota sudah datang,"terdengar suara sarkastik Javier. "Putra mahkota yang tidak punya mahkota." Ujar Brandon. Feliks tidak menanggapi , menuju ke arah orangtuanya, membungkukkan badan di depan Jayden,"Lama tidak bertemu,papi sehat?" tanya Feliks kemudian berdiri tegak menatap ayahnya. "Pertemuan terakhir kita wakt

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 47. KAMU NORMAL.

    Diandra langsung keluar kamar mendapati Oma yang duduk tegak wajahnya pucat, Feliks menunduk mengambil tongkat Oma yang terjatuh, mendongak ke arah ibu Jelita. "Oma ...." panggilya dengan nada khawatir. Ibu Jelita tidak merespon, Feliks melihat tangan ibu Jelita tremor, wajah nya pucat. Diraihnya ponsel, menghubungi dokter Suratman, "Dok, cepat kemari " "Hmm. maaf ke apartemen The Heaven, Oma..." Feliks tidak melanjutkan perkataannya, ibu Jelita langsung memotong pembicaraan Feliks dengan dokter Suratman. "Mengapa kamu panggil dokter Suratman? Oma baik -baik saja," "Tapi ..Oma.." *Ambilkan air putih," Diandra langsung mengambil gelas menuang air hangat dari dispenser. "Ini Oma," Ibu Jelita meraih gelas yang diangsur Diandra, perlahan meneguknya beberapa kali sampai air di gelas habis. Ibu Jelita mengembalikan gelas yang diterima Diandra sambil membungkukkan tubuhnya. "Kamu pintar juga,tahu bahwa orang gugup perlu air hangat bukan air dingin," "Oma..eh..ibu gugup? saya kas

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 46.LIKE FATHER LIKE SON.

    Diandra sedang menyiapkan sarapan, ketika terdengar bel berbunyi dirapikan dirinya lalu menuju ke arah pintu ,melihat ke arah kamera untuk memantau orang di depan pintu notifikasi ke smartphone, nampak pak Tikno menunggu di depan pintu. "Ada apa pak Tikno?" tanya Diandra. "Bapak baik -baik?" "Baik,ada apa?" "Nyonya tua nelpon ke bapak tidak diangkat, nyonya khawatir bapak sakit." "Katakan bapak baik -baik saja, bapak masih tidur. Apakah ada pesan..mm.. nyonya...mmm..Oma?" tanya Diandra dengan nada kikuk. "Tidak, karena tidak bisa hubungi bapak ,nyonya telepon saya." "Pak Tikno tunggu bapak? Katanya bapak hari ini mau ke kantor." "Iya,Non. Saya tunggu ." "Tunggu sebentar, saya siapkan sarapan, bapak tunggu ya..." "Jangan Non! Saya sudah sarapan." "Isssh! Jangan nolak rejeki. Tunggu!" Dengan gerak cepat, Diandra memasukkan beberapa potong roti lapis ke kantong, menuang kopi hitam ke gelas kertas, membawanya, membuka pintu setelah menekan nomor sandi. "Sambil nunggu bapak, sa

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 45.GADIS SIMPANAN MILLIARDER.

    Menjelang pagi, Feliks terbangun dari tidurnya yang tidak lelap, meskipun ia telah menumpahkan semua beban dan masalah yang dihadapi pada tubuh Diandra yang menerima keliaran nya dengan pasrah. Feliks melepaskan pelukannya pada pinggang Diandra, bangun menuju ke kulkas kecil meraih botol mineral lalu meneguk sampai habis. Ditatapnya tubuh telanjang Diandra yang terlentang dalam tidur pulasnya penuh kepasrahan , senyum kepuasan,nampak di wajahnya yang cantik . Feliks menarik selimut menutupi tubuh telanjang Diandra, tersenyum mengingat mereka menghabiskan malam itu dengan berganti-ganti posisi. Diambilnya laptop kemudian duduk tegak, matanya intens pada angka -angka yang bermunculan di layar laptop,'Semoga aku menemukan aliran dana Oom Javier,'batinnya, mengetuk-ngetuk meja sambil matanya tetap tertuju pada layar. "Yang...." Feliks mengalihkan matanya dari laptop ke suara manja Diandra. "Tidurlah,aku...." "Semalam kita lepas kendali, sampai kamu lupa pakai pengaman. Ambilkan pil.

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 44. "ADA APA DENGANMU, FELIKS?"

    Di basement,pak Tikno sudah menunggu, membuka pintu mobil,"Pulang," ucap Feliks begitu masuk,melonggarkan dasinya, menggulung lengan panjang, Pak Tikno menatap majikannya dari kaca spion, tahu bahwa majikannya sedang kesal,dari gosip yang beredar dikalangan supir ia tahu bahwa majikannya telah difitnah. Ponsel Feliks berdering, dengan malas dilihatnya log panggilan,'Oma' batinnya. Sekejap hasratnya untuk menemui Diandra hilang,"Ke rumah sakit Mitra Sehat!"perintah Feliks. "Tidak jadi ke apartemen?" tanya pak Tikno. "Saya katakan ke rumah sakit! mengapa kamu bilang ke apartemen?" bentak Feliks. "Maaf tuan.." jawab pak Tikno. "Lewat tol!"perintah Feliks membuat pak Tikno sejenak gugup berusaha tetap tenang mengarahkan matanya ke jalan raya yang padat. Feliks mengambil ponselnya, membuka, jempolnya bergulir,"Hallo Oma," sapa Feliks berusaha menekan kemarahannya. "Saya sedang otw ke rumah sakit. Maaf, baru selesai konferensi pers." Kening Feliks berkerut, ekspresi marah nampak di

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 22. KELICIKAN DEASY

    Pikiran Oom Feliks yang sedang melayang ketika sedang mencari cinta pertamanya dikejutkan dengan suara pak Tikno. "Tuan, saya akan membersihkan ruang kerja," "Silahkan. Kalau sudah selesai. Tutup pintunya,"kata Oom Feliks, membuka laci meja kerjanya mengambil segompok uang memberikan ke pak Tikno

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 21. MOMEN KELAM DI KEHIDUPAN FELIKS

    Saat memasuki ruang kerjanya,mata Oom Feliks langsung tertuju ke kursi kerjanya, tempat ia dan Diandra memuaskan keinginan liar mereka. Diandra duduk di atas pangkuan Oom Feliks, posisi yang sangat disukai Oom Feliks benar-benar membuatnya kehilangan kewarasan, miliknya bisa masuk ke pusat terdalam

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 19. AKU TAK AKAN MELEPASKANMU(21+)

    Oom Feliks yang merebahkan dirinya di sofa langsung berdiri, Diandra menghambur , mereka saling memeluk. “Aku merindukan daddy.” “Daddy juga sangat merindukanmu.” “Mengapa daddy tidak ke apartemen?” “Katanya ingin melihat kantor daddy,” “Humm.. kantornya indah dan elegan, seperti pemiliknya.”

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 11. CHEMISTRY MAUT.

    Sesampai di apartemen, Diandra langsung masuk kamar tamu, menguncinya dari dalam ,merebahkan tubuhnya . Seluruh tubuhnya terasa sakit dan nyeri di bawah terasa menyiksa setiap Diandra berjalan. Ada keinginan untuk tidur, melupakan apa yang telah dilakukan Oom Feliks. 'Aku hanya ingin mempermainkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status