Malam mulai menyelimuti perkampungan pengungsi, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Di tengah pemukiman sederhana itu, berdiri sebuah kamp besar yang dibangun khusus sebagai tempat peristirahatan Kaisar jika ia memutuskan untuk bermalam di sana. Di dalamnya, cahaya lilin menari lembut, menciptakan suasana hangat yang sangat kontras dengan ketegangan politik di luar sana.Chen Xu duduk di tepi ranjang rendah, sementara Li Lian bersandar di dekatnya. Dengan gerakan perlahan, sang Kaisar mengulurkan tangan, membelai rambut Li Lian yang masih menebarkan aroma wangi herbal yang menenangkan—aroma yang selalu menjadi pelabuhan bagi pikiran Chen Xu yang lelah."Maafkan aku, Lian-er," bisik Chen Xu, suaranya terdengar serak. "Seharusnya kau tidak perlu ikut terseret ke dalam kekacauan ini. Aku berjanji membawamu ke sini untuk melindungimu, namun yang terjadi justru sebaliknya. Kau harus mengurus pengungsi, dan menghadapi ancaman maut setiap saat."Li Lian menggeleng pelan, ia meraih ta
اقرأ المزيد