Ruang bawah tanah Istana Barat terasa jauh lebih dingin daripada malam di gurun. Aroma lembap, karat, dan amis darah bercampur menjadi satu. Di tengah ruangan yang hanya diterangi beberapa obor dinding, Zhao Feng terikat pada tiang pancang kayu. Wajahnya yang semula tampan kini hancur, namun sorot matanya masih menyimpan kegilaan yang tak padam.Chen Xu berdiri di hadapannya, masih mengenakan jubah yang tercemar darah. Di sampingnya, Lin Feng berdiri dengan tangan pada gagang pedang, siap mengeksekusi perintah apa pun."Bicaralah, sebelum aku memutuskan untuk tidak lagi mendengarkan," suara Chen Xu bergema rendah, memantul di dinding batu yang dingin.Zhao Feng terbatuk, meludahkan gumpalan darah ke lantai. Ia menengadah, menatap kakak tirinya dengan seringai yang meremehkan. "Kau ingin tahu kebenarannya? Xiao Yue... istrimu yang malang itu, dialah yang mengirimkan Li Lian ke kamarku. Dia bilang itu adalah hadiah pernikahan terbaik agar aku tetap patuh padanya."Ia tertawa, suara taw
Magbasa pa