"Aneh sekali hasilnya... peribahasa macam apa itu?" Isvara tertawa kecil untuk menutupi kegugupannya. Merasa tak sabar, ia menunjuk gulungan milik Rudra. "Sekarang, bacakan yang satunya, Paman. Mungkin isinya tentang perang,” tebak Isvara.Penjual itu mengangguk dan segera membuka gulungan kedua. Begitu matanya menangkap tulisan di sana, raut muka si penjual berubah menjadi sangat sungkan. Ia berdehem sebentar, sebelum membaca dengan suara serak."Perpisahan adalah pengorbanan. Menantimu membuatku tenggelam dalam jurang kesepian. Andai gelap dan terang dapat bersatu, akankah jiwa kita hancur dalam debu?”Mendengar isi ramalan yang menyayat hati tersebut Isvara merasa heran. Refleks, ia melirik kepada Rudra yang diam membisu."Ini hanya ramalan, Tuan. Jangan diambil hati," ucap sang penjual, berusaha mencairkan suasana.“Benar, Rudra. Kau bahkan tidak pernah jatuh cinta,” timpal Isvara meyakinkan.Tanpa menunda lagi, Isvara bergegas mengambil kedua wadah lilin yang telah mereka beli.
Leer más