MAUT DI BALIK EMASLampu darurat di dalam bunker berkedip merah, memantulkan cahaya pada seragam emas sang Letnan yang nampak sangat kontras dengan kegelapan. Pria itu tertawa sombong sambil memainkan detonator di jemarinya yang mengenakan cincin permata besar. Ragnar berdiri dengan sangat tenang, matanya yang tajam mengunci setiap gerakan kecil dari otot wajah lawannya."Berikan kode akses itu sekarang, Ragnar, atau kamu akan melihat otak istri cantikmu ini berceceran di atas tumpukan emas ini," desis pria itu.Valencia mencengkeram lengan Ragnar, namun ia bisa merasakan otot suaminya itu mengeras layaknya baja yang siap meledak. Ia menatap laptop hitam di sampingnya yang masih memproses enkripsi data ribuan triliun tersebut. Tanpa suara, Valencia mulai menggeser jemarinya menuju papan ketik, mencoba mempercepat proses pemindahan data ke drive eksternal."Letnan Baskoro, kamu selalu saja menjadi pecundang yang suka banyak bicara sejak masa pelatihan dulu," sahut Ragnar dengan suara y
Read more