مشاركة

Bab 14

مؤلف: jimskin003
last update تاريخ النشر: 2026-03-19 04:12:36
KLAIM SANG PREDATOR

Mesin speedboat itu akhirnya menderu rendah, menyisakan suara kecipak air sungai yang menghantam lambung perahu di tengah kegelapan kabut. Napas Valencia masih tersengal, paru-parunya terasa terbakar oleh sisa asap bunker dan adrenalin yang belum juga surut. Ia mendekap tas berisi drive data itu begitu erat, seolah benda itu adalah satu-satunya hal yang nyata di dunia yang baru saja meledak di belakang mereka.

Ragnar berbalik, melepaskan rompi taktisnya yang berat hingga meni
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 23

    BAYANG SANG ARSITEKKegelapan seketika menyapu bersih sisa-sisa keamanan di dalam bunker saat Ragnar menekan tombol pemutus arus utama. Ruangan medis yang semula steril kini berubah menjadi gua beton yang mencekam, di mana satu-satunya sumber cahaya hanyalah pendar biru pucat dari monitor keamanan, cahaya dingin yang memahat garis wajah Ragnar menjadi siluet yang tidak lagi mengenali belas kasih. Keheningan yang menyusul terasa begitu padat, seolah udara telah mengkristal menjadi beban yang menyesakkan paru-paru Valencia.Valencia merasakan jemari Ragnar, yang beberapa menit lalu menyentuhnya dengan presisi medis yang hangat, kini melingkar di bahunya dengan cengkeraman protektif yang nyaris melukai kulit. Ia masih terbungkus kemeja hitam Ragnar yang terlampau besar; kain katun kasar itu bergesekan dengan paha polosnya, menimbulkan suara sret yang lirih namun terdengar seperti teriakan di tengah kesunyian itu. Di balik kain tersebut, jahitan di lipatan pahanya berdenyut ritmis, seiram

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 22

    SARANG HANTU DI PUNCAK SUNYISUV tua itu meraung rendah, menanjak membelah kabut pegunungan yang pekat sebelum akhirnya berhenti tepat di hadapan dinding granit yang tampak buntu. Ragnar tidak membuang waktu. Jemarinya yang berlumur debu mesiu menekan panel pemindai di balik dasbor. Detik berikutnya, suara bzzzt-gruduk yang berat menggetarkan permukaan tanah saat mekanisme hidrolik menggeser gerbang batu, menampakkan mulut bunker yang gelap dan dingin.Udara pegunungan yang segar seketika tergilas oleh aroma pengap sirkulasi udara mekanis, pelumas mesin, dan logam tua yang menusuk indra penciuman. Ragnar mematikan mesin. Sunyi menyergap—jenis kesunyian yang jauh lebih mengancam daripada desing peluru di jalanan tadi.Di jok penumpang, Valencia masih mematung. Telapak tangannya yang mencengkeram pistol terasa licin oleh keringat dingin. Ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri; dug-dug-dug yang tak beraturan, beradu dengan gemetar hebat di ujung jemarinya. Begitu adrenalin surut, ras

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 21

    LABIRIN KABUT DAN TIMAH PANASDeru mesin SUV tua yang dikemudikan Ragnar memecah keheningan jalur pegunungan yang berkelok tajam. Di luar sana, kabut tebal merayap turun dari puncak bukit, menelan aspal basah hingga menyisakan jarak pandang yang sangat terbatas. Wiper mobil bergerak ritmis dengan suara swish-swish yang monoton, mencoba menghalau guyuran hujan yang semakin deras menghantam kaca depan.Valencia mencengkeram sabuk pengamannya hingga buku-buku jarinya memutih, matanya menatap tajam ke arah spion samping yang mulai menangkap pendar lampu halogen dari arah belakang. Ada tiga pasang lampu yang bergerak cepat, membelah kabut dengan keberanian yang hanya dimiliki oleh mereka yang terlatih untuk membunuh. Dug-dug-dug! Jantung Valencia berdentum hebat, suaranya seolah beradu dengan gemuruh petir yang sesekali menyambar di langit hitam."Ragnar, You harus melakukan sesuatu! Mereka semakin dekat," desis Valencia dengan suara yang bergetar namun tetap membawa nada otoritas CEO-nya.

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 20

    PENYAMARAN DI BALIK UAP ONSENTruk kontainer itu akhirnya berhenti dengan guncangan pelan di sebuah area peristirahatan tersembunyi yang dikepung kegelapan hutan jati di pinggiran Jakarta. Di dalam ruang logam yang pengap dan berbau besi, Valencia mencoba merapikan sisa-sisa blus sutranya yang telah koyak menjadi serpihan tak berarti akibat keganasan Ragnar sebelumnya. Kulit paha dalamnya masih terasa berdenyut panas, meninggalkan jejak mengilap yang menjadi saksi bisu atas klaim absolut sang Kapten di atas lantai truk yang dingin."Pakai ini. Jangan biarkan satu pasang mata pun melihat apa yang sudah menjadi milikku," perintah Ragnar dengan suara rendah yang berat dan tidak mentoleransi penolakan.Ia menyampirkan jaket militer hitamnya yang besar ke bahu Valencia sebelum menendang pintu kontainer hingga terbuka dengan suara brak yang kasar. Valencia menatap Ragnar dengan sisa-sisa harga diri CEO yang kini terasa sangat rapuh; ia merasakan hawa terbakar yang masih berdenyut di titik p

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 19

    JEJAK DARAH DAN BENIH OBSESIDuar! Ledakan dahsyat menghantam gerbang besi gudang pelabuhan hingga terlepas dari engselnya dan terpelanting jauh ke dalam kegelapan. Serpihan logam dan debu semen terbang di udara, menyelimuti ruangan sempit itu dengan kabut abu-abu yang menyesakkan paru-paru. Valencia tersungkur di balik tumpukan peti kayu, telinganya berdenging hebat sementara jantungnya berdegup kencang seolah ingin meledak."Tetap rendah, Valencia! Jangan lepaskan senjata itu!" teriak Ragnar di tengah deru api yang mulai menjalar.Tiga pria berseragam taktis hitam merangsek masuk dengan gerakan yang sangat terorganisir, moncong senjata otomatis mereka memuntahkan timah panas tanpa ampun....Ratatata!. Ragnar bergerak seperti hantu yang tidak terlihat, melompat dari balik pilar beton dan melumpuhkan lawan pertama dengan sekali sentakan kuat pada lehernya,Krek!. Tubuh tanpa nyawa itu pun tumbang, membuat Valencia semakin gemetar karena ngeri.Salah satu pengepung berhasil mendeteksi po

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 18

    PERMAINAN PARA DEWAGelas kristal berisi wiski berumur lima puluh tahun itu melayang di udara sebelum hancur berkeping-keping saat menghantam dinding marmer Italia yang putih bersih. Prang!. Suara pecahan kaca itu bergema di dalam ruang kerja pribadi Raden Bratadikara yang luas, diikuti oleh aroma alkohol yang menyengat dan tumpahan cairan ambar yang mengotori lantai. Pria tua itu berdiri dengan napas tersengal, wajahnya yang biasanya tenang kini merah padam akibat amarah yang meluap-luap hingga ke ubun-ubun.Di layar televisi raksasa yang menempel di dinding, berita utama masih menampilkan grafik aset gelap keluarganya yang bocor ke publik. Wajah Valencia Adhitama terpampang di sana, tampak angkuh dan dingin, seolah sedang menertawakan kehancuran dinasti Bratadikara dari balik layar. Raden merasa seolah seluruh dunia sedang menelanjanginya secara finansial, merobek martabat yang telah ia bangun selama puluhan tahun hanya dalam satu malam yang terkutuk.Sialan! Bagaimana bisa jalang k

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status