Siang itu, hujan deras mengguyur kota, membuat jalanan licin dan gelap. Wiro, pemuda berusia 19 tahun dengan tubuh atletis, membawa barangnya ke kosannya.Setelah itu, dengan naik taksi online, kini, dia, dan Wilona menuju kosannya Wilona. Wilona, gadis 23 tahun dengan rambut panjang bergelombang dan mata yang masih basah oleh air mata, menggigil bukan hanya karena dingin hujan, tapi juga trauma dari pukulan dan jeritan Beni yang selama ini menyiksanya. "Terima kasih, Wiro... aku nggak tahu harus gimana kalau kamu nggak datang," bisiknya pelan saat mereka masuk ke mobil. Tubuhnya yang ramping, dibalut gaun tipis yang basah kuyup, menempel ketat di kulitnya, memperlihatkan lekuk payudaranya yang montok dan pinggang yang melengkung sempurna.Wiro tersenyum, coba menenangkan gadis itu. "Kamu aman sekarang, Wil. Aku bawa kamu ke tempatku dulu, oke? Biar kamu bisa istirahat." Suaranya tenang, tapi ada getar kegembiraan di dadanya.Di apartemen kecil Wilona yang sederhana, cahaya lampu k
続きを読む