Clarissa merasakan gelombang kenikmatan yang membuncah lagi di perutnya, memeknya berdenyut kuat di lidah Wiro yang tak kenal lelah. Cairannya hampir menyembur, tapi tiba-tiba dia dorong kepala Wiro pelan, napasnya tersengal. “Wiro... ahh... cukup... gue... gue pengen mandi bareng kamu,” bisiknya serak, suaranya penuh godaan yang tak terduga dari dosen dingin itu. Matanya setengah terpejam, bibirnya menggigit bawah, tangannya meraih lengan Wiro yang berotot. Tubuhnya masih gemetar, keringat dan cairan memek bercampur di pahanya, membuatnya terasa lengket dan panas. Wiro angkat wajahnya, bibirnya basah mengkilap karena jus memek Clarissa, matanya lapar menatap wanita yang sekarang terlihat seperti pelacur haus. “Dari depan tadi, sekarang dari belakang? Sayangku, Anda mulai nakal nih,” ejek Wiro sambil berdiri, kontolnya menonjol keras di celana jeans, ujungnya sudah basah karena precum. Dia tarik Clarissa berdiri, tangannya merangkul pinggang ramping itu, merasakan panas kulitnya
続きを読む