Surya berdiri dari duduknya melihat Kiran yang begitu emosi. Tetapi sebelum Surya bicara, Kiran sudah lebih dulu berjalan menghampiri Noah.Semua orang terkejut melihat Kiran menarik kasar tangan Noah.“Pergi dari sini. Kubilang pergi!” Suara Kiran keras tetapi sedikit serak.“Kiran, dengarkan penjelasanku.” Noah menatap penuh sabar. “Pergi, kubilang pergi!” Urat leher Kiran sampai menyembul, wajahnya memerah dengan rahang yang mengeras.Elvano menghampiri Kiran. Kini, dia yang menarik kekasihnya agar melepas tangannya dari Noah.“Ki, tenangkan dirimu.” Elvano memunggungi Noah, tubuhnya menghadap pada Kiran, menghalangi pandangan kekasihnya ini ke arah Noah.Kondisi di rumahnya tidak kondusif. Surya menatap pada Noah yang memandangi Kiran.Sorot mata Noah tak bisa menyembunyikan kerinduan yang begitu mendalam pada Kiran.“Nak, Noah. Keluarlah dulu.”Pandangan Noah teralihkan ke arah Surya. Meski berat, tetapi melihat emosi Kiran yang tidak stabil, Noah mengangguk pelan.Begitu Noah d
Baca selengkapnya