Farhan menoleh pada Noah yang sejak tadi hanya diam.“Soal sikap Nona Kiran, saya merasa hal itu wajar saja, Pak. Anda jangan terlalu memasukkannya ke dalam pikiran.” Suara Farhan memecah keheningan.Noah menghela napas kasar. “Aku tahu.”Mata Noah kini menyorot lurus ke luar jendela.“Mendengar apa yang Pak Surya ceritakan tadi, aku memahami bagaimana sikap Kiran. Dia juga mungkin masih kecewa, karena selama bertahun-tahun ini, tidak ada yang mencarinya.Farhan diam mendengarkan.Napas Noah kembali berembus panjang. “Semoga setelah nanti Pak Surya menceritakan apa yang aku katakan, Kiran bisa mengerti.”Farhan mengangguk.“Anda sudah memastikan kalau Nona Kiran adalah adik Anda, apakah sekarang Anda akan memberitahu Nyonya dan Tuan?”Noah diam.Kiran belum mau mengakuinya. Jika Noah bicara sekarang, takutnya kedua orang tuanya akan buru-buru datang menemui Kiran.Dan, jika itu terjadi, bisa saja Kiran semakin tak mau menerima.“Nanti saja. Setelah Kiran bisa menerimaku, barulah aku a
Baca selengkapnya