Kiran berdiam diri di kamar.Cukup lama, sampai dia tak mendengar suara-suara dari luar kamar.Kiran menatap ke pintu.Kakinya ingin melangkah keluar, tetapi hatinya menahan.Sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.“Kiran, kamu sudah tidur?”Suara sang ayah menegakkan punggung Kiran.“Belum, Yah.”Kiran kini menatap pintu yang terbuka, sang ayah muncul dari balik pintu.“Mereka sudah pergi?” tanya Kiran.Surya mengangguk. “Baru saja.”Surya melangkah menghampiri ranjang Kiran.Setelahnya Surya duduk di tepian ranjang, menatap Kiran yang duduk sambil menekuk dua kaki.“Apa kamu masih tidak menerima? Bukankah kamu juga peduli padanya?” Surya mencoba kembali membahas masalah status Kiran.“Bukan peduli, aku hanya tidak mau kalau kita disalahkan karena dia tiba-tiba sakit setelah dari sini.” Kiran memalingkan muka setelah bicara.“Dasar keras kepala,” gumam Surya diakhiri napasnya yang berembus pelan. “Jangan terlalu keras, Kiran. Sikapmu yang sekarang ini, benar-benar tidak
Read more