Share

Cobalah Menemui

last update publish date: 2026-04-21 13:23:57

Tatapan Elvano lebih dulu tertuju ke genggaman tangan mereka, sebelum menatap pada Kiran.

“Aku tidak, tapi bagaimana denganmu setelah kamu mengetahui keluarga kandungmu?”

Elvano ingin tahu karena Kiran belum memberitahunya apa keputusan Kiran setelah mengetahui siapa keluarganya.

Kiran mengembuskan napas pelan. “Meskipun aku sudah tahu siapa keluargaku. Tapi jujur, aku benar-benar tidak berharap menemukan mereka lagi.”

Elvano menatap Kiran yang menundukkan kepala.

Elvano kini membalas genggama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Adeena
tetaplah bersama pak Surya kalo Kiran balik ke keluarga asli'y di sana ada Yessica yg licik...
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
pokoknya Kiran gak boleh ninggalin pak Surya ya kak ai. kasihan pak Surya sudah gak punya siapa-siapa
goodnovel comment avatar
eva nindia
El MH berat KLO Kiran blik k kluarga kandungnya wkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Hanya Ingin Menerima

    Noah terdiam mendengar apa yang baru saja Kiran katakan.Pergi.Pergi bagaimana yang Kiran maksud?Pergi meninggalkan rumah ini, atau ….Pergi dari kehidupan Kiran?“Aku ingin kamu kembali bukan untuk tinggal. Tapi mengakui kalau aku adalah kakakmu.” Tatapan Noah begitu dalam pada Kiran.Bibir Kiran terlipat dalam. Pandangannya sejenak teralihkan dari Noah yang baru saja bicara.Melihat sorot mata Kiran yang berubah dari amarah dan kekecewaan menjadi tatapan sendu, Noah segera memanfaatkan kesempatan ini.“Aku janji, tidak akan memaksamu pulang ke rumah jika kamu tidak mau. Asal, kamu menerima kalau aku kakakmu dan kami keluargamu, itu sudah cukup bagiku.” Noah bicara dengan cepat sebelum pemikiran Kiran berubah lagi.Kiran masih mengalihkan tatapan dari Noah.Dia diam sangat lama, hanya napas kasar nan berat yang berulang kali meluncur dari bibirnya.Sampai Kiran menghela napas panjang.Kiran mengeluarkan kalung yang menggantung dilehernya, mengeluarkan liontinnya dari balik kaus.“S

  • Dimanja Mantan Posesif   Deeptalk

    Kiran diam dengan tatapan masih tertuju ke arah lain.Masa kecil.Yang diingatnya hanyalah masa kecil bersama keluarga angkatnya.Merasa dicintai, tetapi juga dibenci dalam sekali waktu.Disayangi ayahnya, tetapi selalu dimusuhi ibu dan kedua saudaranya.Hanya itu yang membekas dalam ingatan Kiran.Wajah Kiran menengadah sesaat, sebelum dia akhirnya kembali menatap pada Noah.Keduanya saling pandang. Sebagai kakak yang merindukan adiknya, dan sebagai adik yang kehilangan arah.“Lalu, kenapa baru sekarang?” Setelah sepersekian detik diam, akhirnya Kiran kembali bersuara.Kedua sudut alis Noah terangkat pelan. “Apa yang baru sekarang?”Pertanyaan Noah membuat napas Kiran berembus berat.“Menemukanku.” Suara Kiran penuh penekanan saat membalas.Noah terdiam. Tatapannya penuh rasa bersalah mendengar pertanyaan Kiran.“Kenapa kamu harus mencariku? Kenapa tidak melanjutkan saja hidup tanpaku? Bukankah kalian percaya kalau aku sudah mati? Kenapa tidak anggap saja seperti itu?” Mata Kiran mem

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Sama

    Kiran menghadap ke arah Noah lagi.Dia menatap dengan sorot mata yang tak terdeskripsikan.Ternyata Noah sejak tadi benar-benar mengawasinya.Ingin rasanya kesal, tetapi entah kenapa Kiran tidak bisa melakukannya.“Tidak perlu mencemaskanku. Melamun sudah menjadi bagian dari hidupku, tidak perlu menunggu banyak masalah.” Kiran siap membalikkan tubuhnya lagi setelah bicara. Namun, gerakan kakinya terhenti saat mendengar Noah terbatuk.Tatapan Kiran kembali tertuju ke pria ini. Kiran melihat Farhan yang sedang menepuk punggung Noah.“Di rumah ada teh jahe, datanglah kalau kamu mau. Jika tidak … juga tidak masalah.”Kiran kini benar-benar melangkah pergi meninggalkan Noah dan Farhan di belakangnya.Sedang Farhan menatap tak percaya ke Noah setelah mendengar apa yang Kiran katakan.Meski nada bicara Kiran terdengar ketus, tetapi bukankah tawaran ini juga seperti sebuah peluang?“Apa ini artinya Nona Kiran mengundang Anda ke rumah, Pak?” Farhan ikut bahagia mengetahuinya.Senyum Noah begi

  • Dimanja Mantan Posesif   Alasan Saja

    Kiran baru saja tiba di rumah. Ketika menginjakkan kaki di dalam, Kiran terkejut melihat Surya ada di rumah. “Ayah tidak kerja?” Kiran lebih dulu melepas heelsnya, sebelum melangkah menghampiri sang ayah yang ada di ruang makan. “Ayah ambil libur lagi karena mau merayakan ulang tahunmu.” Kaki Kiran berhenti melangkah mendengar apa yang Surya katakan. “Ayah juga tahu? Noah memberitahu Ayah?” tatapan Kiran tak teralihkan dari Surya yang masih menatap ke makanan di atas meja. Surya menghela napas pelan. Saat menoleh ke arah Kiran, senyum Surya terangkat kecil. “Ya.” Sekarang, Surya melangkah mendekat ke arah Kiran berdiri. Dia berhenti tepat di depan Kiran. Surya menatap penuh kasih sayang pada Kiran. Sebelum tangannya mengusap lembut rambut putrinya. “Ulang tahunmu sebelumnya, Ayah ambil dari tanggal menemukanmu. Ayah harus melakukannya agar bisa memasukkan datamu di keluarga Ayah. Sekarang, Ayah tahu kalau ulang tahunmu ternyata hari ini.” Mata Surya berkaca-kaca. Kiran mel

  • Dimanja Mantan Posesif   Ambisi Yessica

    Kiran diam.Napasnya berembus berat.Sampai pandangan Kiran tertuju ke kue strawberry yang Noah berikan.Bukankah tak mungkin kebetulan Noah tahu kesukaannya?Kiran bangkit dari pelukan Elvano. Perlahan kedua tangannya terulur ke box yang ada di meja.Sedang Elvano memilih diam, membiarkan apa yang akan Kiran lakukan.Penutup box kue perlahan Kiran buka. Kue berwarna merah muda yang terlihat manis dan cantik kini tampak jelas di depan matanya.“Mungkinkah benar kalau ulang tahunku memang hari ini?” Kiran menoleh pada Elvano yang duduk di sampingnya.Elvano tidak berani mengiyakan.“Bagaimana menurutmu sendiri? Jika kamu percaya, maka itulah yang terjadi.”Kiran kembali diam, pandangannya tertuju lagi ke kue di meja.Kiran mendengkus, sebelum senyumnya mengembang.“Kuenya juga sudah diterima, sayang kalau tidak dimakan.” Kiran mengambil sendok yang tersedia di box.“El, bantu aku habiskan, ya.” Kiran menoleh pada Elvano saat bicara, box kue sudah ada di tangan kirinya.Elvano menganggu

  • Dimanja Mantan Posesif   Harus Lebih Berusaha

    Kiran mematung di tempatnya.Kedua telapak tangan mengepal di samping tubuhnya, mendengar apa yang baru saja Noah katakan.Ulang tahun?Kiran kembali membalikkan tubuhnya. Kini, dia berdiri berhadapan dengan Noah lagi.Meski dipaksakan, Kiran mengangkat tipis senyum di bibirnya. “Ulang tahunku bulan depan, sepertinya kamu salah mengira.”“Ulang tahunmu hari ini.”Kiran terdiam. Tatapannya tertuju pada Noah yang memandangnya.Sampai dia melihat Noah mengulurkan kotak kue berukuran sedang ke arahnya.“Kue strawberry, kamu sangat suka kue ini dan bahkan tidak mau berbagi dengan yang lain jika sedang memakannya.”Pandangan Kiran turun ke kue yang menggantung di udara, di hadapannya.Tiba-tiba dada Kiran sesak. Matanya sedikit memerah dan terasa panas.Noah mengembuskan napas pelan melihat diamnya Kiran. Kakinya bergerak maju satu langkah. Dia memberikan paksa kotak kue itu ke tangan Kiran.“Ayahmu memberikan tanggal ulang tahun di hari dia menemukanmu. Dan ulang tahunmu sebenarnya adala

  • Dimanja Mantan Posesif   Cemburu, ya?

    Kiran gelagapan mendengar pertanyaan Elvano. “Siapa yang cemburu? Jangan besar kepala,” elaknya, “aku hanya tidak menyangka kalau Dania benar-benar terobsesi padamu.”Kiran langsung memutus kontak mata lagi dari Elvano untuk menutupi kegugupannya.Elvano menahan senyum melihat Kiran yang begitu men

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Dimanja Mantan Posesif   Pengakuan Robby

    Kiran melipat bibir Elvano masih kukuh membahas soal ucapannya. Dia mengalihkan pandangannya sejenak dari Elvano, kedua pipinya menghangat.“Ki, kamu benar-benar tidak serius dengan ucapanmu waktu kita di sungai?” Elvano masih menatap penuh harap pada Kiran.Kiran semakin tak berani menatap pada El

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Dimanja Mantan Posesif   Membutuhkanmu

    Derasnya aliran sungai tak menghentikan usaha Elvano. Kedua tangannya terus bergerak mendayung sekuat tenaga agar bisa segera menggapai Kiran yang terbawa arus tak jauh darinya.Kiran tidak bisa berenang, Elvano harus bisa mengejar sebelum Kiran benar-benar hanyut dan hilang dari pandangannya.Tanga

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dimanja Mantan Posesif   Akhir Sandiwara

    Kedua pundak Dania menegang, bola matanya bergerak liar mencari kata-kata untuk membalas ucapan Kiran.“Kamu tidak usah mengelak lagi! Aku tahu, semua yang aku alami ini karena laporan darimu!” Kiran tersenyum hambar. Dania masih saja kukuh memfitnahnya.Melihat tenangnya Kiran, emosi Dania semaki

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status