Share

Deeptalk

last update publish date: 2026-04-23 11:42:48

Kiran diam dengan tatapan masih tertuju ke arah lain.

Masa kecil.

Yang diingatnya hanyalah masa kecil bersama keluarga angkatnya.

Merasa dicintai, tetapi juga dibenci dalam sekali waktu.

Disayangi ayahnya, tetapi selalu dimusuhi ibu dan kedua saudaranya.

Hanya itu yang membekas dalam ingatan Kiran.

Wajah Kiran menengadah sesaat, sebelum dia akhirnya kembali menatap pada Noah.

Keduanya saling pandang. Sebagai kakak yang merindukan adiknya, dan sebagai adik yang kehilangan arah.

“Lalu, kenapa bar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Adeena
iya in saja Noah biar beres tapi tetep pantau.,..biarkan Kiran bersama pak Surya biar ga di usik sama Yessica....
goodnovel comment avatar
wardah
knpa tnya seperti itu Kiran ,,, kakamu kan ingin dekat n memelukmu
goodnovel comment avatar
Wida
pertanyaan Kiran menjebak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Seegois Itu

    Farhan dan Surya memapah Noah masuk ke dalam rumah.Mereka mendudukkan Noah di sofa.Kiran terus memperhatikan Noah yang meringis sambil memegangi perut.“Akan aku ambilkan air hangat.” Surya segera pergi ke dapur setelah bicara.Kiran masih memperhatikan, sampai dia bertanya, “Dia sakit apa?” Kiran memastikan walau bisa menebak.Farhan menatap sekilas pada Noah yang menahan sakit, sebelum dia kembali memandang Kiran.“Sepertinya asam lambungnya kambuh. Saya lupa tidak menyediakan obat.”Kiran mendengkus kasar, tebakannya benar kalau pria ini punya gerd.“Beberapa hari ini Pak Noah tidak makan dengan teratur. Bahkan seharian ini dia hanya minum kopi dan belum makan apa pun sejak menemui Nona Kiran pagi tadi.” Farhan bicara dengan sangat hati-hati.Salah kata bisa-bisa dia dan Noah diusir oleh Kiran.Kepala Kiran mendadak pening.Bagaimana bisa Noah seceroboh ini?Kiran meninggalkan Noah dan Farhan di ruang tamu. Dia kembali ke kamarnya.Farhan menatap panik pada Noah. Apalagi keringat

  • Dimanja Mantan Posesif   Hanya Ingin Menerima

    Noah terdiam mendengar apa yang baru saja Kiran katakan.Pergi.Pergi bagaimana yang Kiran maksud?Pergi meninggalkan rumah ini, atau ….Pergi dari kehidupan Kiran?“Aku ingin kamu kembali bukan untuk tinggal. Tapi mengakui kalau aku adalah kakakmu.” Tatapan Noah begitu dalam pada Kiran.Bibir Kiran terlipat dalam. Pandangannya sejenak teralihkan dari Noah yang baru saja bicara.Melihat sorot mata Kiran yang berubah dari amarah dan kekecewaan menjadi tatapan sendu, Noah segera memanfaatkan kesempatan ini.“Aku janji, tidak akan memaksamu pulang ke rumah jika kamu tidak mau. Asal, kamu menerima kalau aku kakakmu dan kami keluargamu, itu sudah cukup bagiku.” Noah bicara dengan cepat sebelum pemikiran Kiran berubah lagi.Kiran masih mengalihkan tatapan dari Noah.Dia diam sangat lama, hanya napas kasar nan berat yang berulang kali meluncur dari bibirnya.Sampai Kiran menghela napas panjang.Kiran mengeluarkan kalung yang menggantung dilehernya, mengeluarkan liontinnya dari balik kaus.“S

  • Dimanja Mantan Posesif   Deeptalk

    Kiran diam dengan tatapan masih tertuju ke arah lain.Masa kecil.Yang diingatnya hanyalah masa kecil bersama keluarga angkatnya.Merasa dicintai, tetapi juga dibenci dalam sekali waktu.Disayangi ayahnya, tetapi selalu dimusuhi ibu dan kedua saudaranya.Hanya itu yang membekas dalam ingatan Kiran.Wajah Kiran menengadah sesaat, sebelum dia akhirnya kembali menatap pada Noah.Keduanya saling pandang. Sebagai kakak yang merindukan adiknya, dan sebagai adik yang kehilangan arah.“Lalu, kenapa baru sekarang?” Setelah sepersekian detik diam, akhirnya Kiran kembali bersuara.Kedua sudut alis Noah terangkat pelan. “Apa yang baru sekarang?”Pertanyaan Noah membuat napas Kiran berembus berat.“Menemukanku.” Suara Kiran penuh penekanan saat membalas.Noah terdiam. Tatapannya penuh rasa bersalah mendengar pertanyaan Kiran.“Kenapa kamu harus mencariku? Kenapa tidak melanjutkan saja hidup tanpaku? Bukankah kalian percaya kalau aku sudah mati? Kenapa tidak anggap saja seperti itu?” Mata Kiran mem

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Sama

    Kiran menghadap ke arah Noah lagi.Dia menatap dengan sorot mata yang tak terdeskripsikan.Ternyata Noah sejak tadi benar-benar mengawasinya.Ingin rasanya kesal, tetapi entah kenapa Kiran tidak bisa melakukannya.“Tidak perlu mencemaskanku. Melamun sudah menjadi bagian dari hidupku, tidak perlu menunggu banyak masalah.” Kiran siap membalikkan tubuhnya lagi setelah bicara. Namun, gerakan kakinya terhenti saat mendengar Noah terbatuk.Tatapan Kiran kembali tertuju ke pria ini. Kiran melihat Farhan yang sedang menepuk punggung Noah.“Di rumah ada teh jahe, datanglah kalau kamu mau. Jika tidak … juga tidak masalah.”Kiran kini benar-benar melangkah pergi meninggalkan Noah dan Farhan di belakangnya.Sedang Farhan menatap tak percaya ke Noah setelah mendengar apa yang Kiran katakan.Meski nada bicara Kiran terdengar ketus, tetapi bukankah tawaran ini juga seperti sebuah peluang?“Apa ini artinya Nona Kiran mengundang Anda ke rumah, Pak?” Farhan ikut bahagia mengetahuinya.Senyum Noah begi

  • Dimanja Mantan Posesif   Alasan Saja

    Kiran baru saja tiba di rumah. Ketika menginjakkan kaki di dalam, Kiran terkejut melihat Surya ada di rumah. “Ayah tidak kerja?” Kiran lebih dulu melepas heelsnya, sebelum melangkah menghampiri sang ayah yang ada di ruang makan. “Ayah ambil libur lagi karena mau merayakan ulang tahunmu.” Kaki Kiran berhenti melangkah mendengar apa yang Surya katakan. “Ayah juga tahu? Noah memberitahu Ayah?” tatapan Kiran tak teralihkan dari Surya yang masih menatap ke makanan di atas meja. Surya menghela napas pelan. Saat menoleh ke arah Kiran, senyum Surya terangkat kecil. “Ya.” Sekarang, Surya melangkah mendekat ke arah Kiran berdiri. Dia berhenti tepat di depan Kiran. Surya menatap penuh kasih sayang pada Kiran. Sebelum tangannya mengusap lembut rambut putrinya. “Ulang tahunmu sebelumnya, Ayah ambil dari tanggal menemukanmu. Ayah harus melakukannya agar bisa memasukkan datamu di keluarga Ayah. Sekarang, Ayah tahu kalau ulang tahunmu ternyata hari ini.” Mata Surya berkaca-kaca. Kiran mel

  • Dimanja Mantan Posesif   Ambisi Yessica

    Kiran diam.Napasnya berembus berat.Sampai pandangan Kiran tertuju ke kue strawberry yang Noah berikan.Bukankah tak mungkin kebetulan Noah tahu kesukaannya?Kiran bangkit dari pelukan Elvano. Perlahan kedua tangannya terulur ke box yang ada di meja.Sedang Elvano memilih diam, membiarkan apa yang akan Kiran lakukan.Penutup box kue perlahan Kiran buka. Kue berwarna merah muda yang terlihat manis dan cantik kini tampak jelas di depan matanya.“Mungkinkah benar kalau ulang tahunku memang hari ini?” Kiran menoleh pada Elvano yang duduk di sampingnya.Elvano tidak berani mengiyakan.“Bagaimana menurutmu sendiri? Jika kamu percaya, maka itulah yang terjadi.”Kiran kembali diam, pandangannya tertuju lagi ke kue di meja.Kiran mendengkus, sebelum senyumnya mengembang.“Kuenya juga sudah diterima, sayang kalau tidak dimakan.” Kiran mengambil sendok yang tersedia di box.“El, bantu aku habiskan, ya.” Kiran menoleh pada Elvano saat bicara, box kue sudah ada di tangan kirinya.Elvano menganggu

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Gengsi

    Bibir Aldo tersenyum tipis, matanya memperhatikan ekspresi wajah Elvano dengan segala reaksi yang temannya ini tunjukan.“Apa lagi? Kamu bilang tidak mau tahu?” Aldo melepas tangannya dari cengkraman Elvano.Masih dengan wajah datar, Elvano berucap, “Katakan saja apa yang mau kamu katakan sebenarny

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif   Harus Kiran

    Malam hari.Elvano tiba di rumah saat pukul delapan malam. Kakinya melangkah menuju tangga, ketika telinganya mendengar suara sang kakak ipar di ruang keluarga.Berbalik arah ke arah suara kakak dan kakak iparnya berada, Elvano menemukan keduanya sedang bicara di ruang keluarga.“Kalian di sini? Le

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif   Hanya Alasan

    Kiran duduk di kursi selasar dekat ICU sambil memangku laptop. Jemarinya sibuk menari di atas keyboard, mengetik kata demi kata agar tersusun rapi di laporan yang sedang dibuatnya.Senyum Kiran mengembang kecil saat laporannya selesai. Tangannya meraih ponsel di samping tempat duduknya, tetapi sebel

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Membingungkan

    Ragu-ragu, Kiran duduk di sofa berhadapan dengan Elvano. Matanya melirik sejenak pada Elvano yang sudah membuka penutup kotak makan siangnya. Dia lantas membuka makanan bagiannya.Ketika melihat ada daun bawang di atas makanan yang dibelinya, bibir Kiran sedikit berkerut.Kiran tidak suka daun bawa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status