"Silakan saja kalau kamu mau menemui Mama," jawab Rendra, helaan napasnya terdengar berat. Namun, jeda beberapa detik setelahnya nada suaranya berubah menjadi sangat dalam dan penuh penekanan. "Tapi, pastikan jangan sampai kamu terluka atau ditindas lagi di sana, jangan biarkan hal itu terjadi lagi." Sera tersenyum tipis. "Tenang saja, Mas. Nyonya Sintia tidak akan melakukan hal seperti itu lagi kepadaku. Percayalah." Di seberang sana, Rendra terdiam cukup lama. Keheningan itu terasa begitu pekat, mengisyaratkan gurat keberatan dan rasa berat hati yang teramat sangat untuk memberikan izin kepada istrinya. "Kamu sudah makan siang?" tanya Rendra kemudian, mencoba mengalihkan kecemasannya yang masih menggantung. "Makan siang dulu sebelum pergi menemui mama." Sera melirik sekilas ke arah jam dinding di koridor. "Aku belum lapar, Mas. Nanti saja, Erika juga sedang ada urusan sebentar, aku makan setelah Erika kembali saja." Setelah beberapa menit berbincang,mereka akhirnya mengak
Last Updated : 2026-05-25 Read more